Thursday, August 7, 2008

pilihan

PT Medco Energi Internasional (MEDC) telah
mendapatkan komitmen pinjaman jangka panjang dari JBIC
sebesar USD 178 juta (Rp 1,6 triliun) atau 30% dari total
kebutuhan investasi untuk proyek Senoro dan PLTP Sarulla.
Selain itu MEDC juga membutuhkan dana sebesar USD 600
juta untuk mengembangkan proyek Area 47 di Libya. Area 47
dikatakan mempunyai sumber daya minyak sebesar 339,5
juta barel (lebih besar dari seluruh cadangan MEDC saat ini)
dan gas sebesar 341,5 miliar kaki kubik. Dana yang
dibutuhkan akan didapatkan dari divestasi PT Apexindo
Pratama Duta (APEX)—telah disetujui di RUPSLB yang
telah diselenggarakan kemarin—dan penjualan 7 aset migas
mereka.
ST : Buy

Permasalahan tunggakan royalti perusahaan batubara
Indonesia masih tetap berlanjut. Pemerintah memaksakan
para pengusaha untuk membayar hutang royalti mereka
sedangkan para pengusaha meminta jaminan pemerintah
untuk mengembalikan restitusi pajak dan mencabut
pencekalan. Berlarut-larutnya masalah ini malah
menunjukkan ketidakpastian hukum di Indonesia dan
berpotensi untuk memperburuk iklim investasi.
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) memprediksi
penurunan pendapatan 11% pada tahun ini akibat penurunan
tarif yang dilakukan oleh Telkomsel. EBITDA pada 1H2008
menurun menjadi 60.3% dari tahun sebelumnya yang
mencapai 63.8%. TLKM membukukan penurunan laba bersih
4.94% menjadi Rp6.29 triliun pada semester pertama tahun
ini. Telkomsel yang merupakan anak perusahaan TLKM harus
bersaing keras dengan operator-operator lainnya seperti
Indosat (ISAT) dan XL (EXCL) untuk merebut pangsa pasar
GSM. Kerasnya persaingan menyebabkan perang tarif tidak
terhindarkan.
ST : Buy LT : Buy

Empat bank telah berkomitmen untuk membiayai proyek
property anak perusahaan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA),
PT Wijaya Karya Realty, sebesar Rp400 miliar. Sebagian dana
digunakan untuk membiayai proyek di tiga kota yaitu
Balikpapan,Samarinda dan Jakarta . Empat bank sumber
pembiayaan tersebut adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk,
PT Bank Bukopin Tbk, PT Bank Mega Tbk dan PT Bank CIMB
Niaga Tbk. Total nilai proyek adalah Rp600 miliar, dimana
sisa Rp200 miliar akan menggunakan dana internal.
ST : Buy LT : Buy

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) optimis dapat meningkatkan
pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar 30%
hingga akhir tahun ini. BMRI sendiri telah menurunkan target
pertumbuhan total kredit dari 22% menjadi 18%. Keyakinan
BMRI didasarkan atas masih berpeluangnya pertumbuhan
KPR bagi segmen menengah atas. Hingga Juni 2008, portfolio
KPR Bank Mandiri mencapai Rp10.9 triliun yang berarti
mengalami peningkatan 23.61% dari posisi Desember 2007
sebesar Rp8.82 triliun.
ST : Hold LT : Buy

No comments: