Saham PGAS Kembali Diburu
Saham emiten utilitas gas , PT Gas Negara
(PGAS) pada perdagangan kemarin (6/8) berhasil
rebound. Saham PGAS berhasil naik Rp 250 atau
naik 11,24% dan ditutup pada level harga Rp
2.475. Kenaikan saham PGAS ini lantaran aksi
beli kembali saham PGAS setelah beberapa hari
sebelumnya turun pesat. Akan tetapi investor
sebaiknya wait and see terlebih dahulu menunggu
konfirmasi penjelasan dari PGAS. Pasalnya di
pasar berhembus kabar bahwa perseroan kedepan
akan memangkas target penjualan perseroan
menyusul proyek-proyek perseroan yang
diperkirakan penyelesaiannya terhambat..
Rekomendasi : Sell on Strength
Support Rp 2250
Resistance Rp 2800
LSIP Tergerus Anjloknya CPO
Saham emiten perkebunan , PT London Sumatera
Plantation (LSIP) pada perdagangan kemarin
(6/8) anjlok. Saham LSIP kemarin turun Rp 350
atau turun 4,90% dan ditutup pada level harga Rp
6800. Turunnya saham LSIP ini lantaran
turunnya harga CPO sehari sebelumnya di bursa
berjangka Malaysia yang membuat investor
melakukan aksi jual atas saham LSIP kemarin.
Semalam harga minyak melemah di level US$
118 per barel. Hal ini tentunya akan menjadi
sentimen negatif atas saham LSIP pada
perdagangan hari ini. Secara teknikal hal ini juga
ditunjukan dengan indikator MACD yang masih
menunjukkan saham LSIP masih berada di area
bearish. Support saham LSIP dilevel Rp 5450
dan resistance di Rp 8100.
Rekomendasi : Sell on Strength
Support Rp 5450
Resistance Rp 8100
ASII Masih Berpotensi Naik
Saham emiten konglomerasi, PT Astra
International Indonesia (ASII) dalam jangka
pendek berpotensi untuk melakukan
peningkatan. Pasalnya harga minyak yang
terus turun dan kemarin ditutup pada level
US$ 118 per barel. Selain itu hal tersebut
dikuatkan secara teknikal. Indikator teknikal
MACD saham ASII saat ini masih
menunjukkan berada pada area bullish
sehingga masih berpotensi untuk naik dalam
jangka pendek. Saat ini (7/8) saham ASII
berada pada level harga Rp 21.900.
Rekomendasi : Buy
Support Rp 19.100
Resistance Rp 23.050
ANTM Sudah Jenuh Jual
Saham emiten nikel dan emas BUMN , PT
Aneka Tambang (ANTM) dalam jangka
pendek secara teknikal berpeluang rebound.
Pasalnya indikator RSI (Relative Strength
Index) saham ASII saat ini berada pada level
21,83 atau sudah berada di wilayah jenuh
jual. Saham ANTM pada saat ini berada
level harga Rp 2125. Support level saham
ANTM berada pada level harga Rp 2000 dan
Resistance di level Rp 2525 , resistance level
kedua di Rp 2850.
Rekomendasi : Buy
Support Rp 2000
Resistance Rp 2850
Wednesday, August 6, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment