Þ US : Hasil Stress Tes tertunda akibat perdebatan kesimpulan
News Highlight
Economic News
Þ Economic: Hari Ini, Short Selling Dibuka Kembali
Corporate News
Þ ADRO: San Miguel Negosiasi Beli 17% saham Goldman
Þ INDY: Laba Bersih 1Q09 Naik 61,04% yoy
Þ ADMF: Kupon Obligasi 12-14%
Þ BNGA: Bagikan Dividen Rp12.75/saham, Div Payout 45%
Þ MEDC: Medco Garap HTI 37.000 ha
Earnings Watch
Þ PGAS: Laba 1Q09 meningkat 114%
Þ KLBF: Laba Bersih 1Q09 Naik 24% yoy
Þ SGRO: Pendapatan 1Q09 Anjlok 81,5% yoy, Harga Rata-rata CPO
Þ LPKR: Laba bersih 1Q09 Naik 5% YoY, Rp108 miliar
Þ TINS: Laba Bersih 1Q09 Anjlok 97,04% yoy
Þ CTRA: Laba Bersih Naik 46% YoY, Rp54 miliar
Rumours
Þ BRPT akan ekspansi usaha ke sektor batubara bahkan akan bergabung dengan Marubeni Corp untuk membeli saham ADRO. (investor/fz)
Þ MIRA segera mengumumkan kinerja keuangannya dan mensinyalir pendapatan dan laba bersihnya melonjak, seiring konsolidasi keuangan APEX. (investor/fz)
Technical Picks
Þ IHSG (1.722,7) – Strong Bullish Volume
Þ BUMI (Rp 1.480) – Last Effort to Bull
Þ TLKM (Rp 7.850) – Sell on Strength
Þ TINS (Rp 1.340) – BUY
Download Full Report Technical Shot
Market Flash
Kemarin IHSG rally setelah laporan keuangan 1Q09 di atas prediksi analyst membawa sentiment positif ke pasar. Pemeberian kredit bank meningkat, BBRI 30%YoY di 1Q09 dan BMRI 31% YoY di 1Q09 sementara BCA naik 27% YoY di 1Q09. PGAS yang mengumumkan laporan hari ini telah di faktorkan kerugian kurs yang diatas prediksi sebesar Rp2,5tn dengan laba yg tergerus 45% menjadi Rp634 miliar. Hari ini kita melihat indek akan mengambil nafas setelah rally besar kemarin. Range indek di kisaran 1.700 – 1.790
Dow Jones: The Fed akan menunda untuk mengumumkan hasil stress test karena para eksekutif mendebat temuan sementara para pelaku industri dan pemerintah. Rencananya hasil tersebut akan diumumkan pada 4 Mei mendatang, namun akhirnya akan ditunda sampai akhir minggu. Regulator dan eksekutif bank khawatir mengenai pengungkapan tersebut karena nantinya akan berdampak pada harga saham perusahaan. Ke-19 perusahaan tersebut antara lain: CitiGroup Inc., Bank of America Corp., Goldman Sachs Group., GMA LLC, MetLife Inc. dan Lembaga peminjam regional termasuk Fifth Third Bancorp dan Regions Financial Corp. Dalam test tersebut, bank-bank itu menggunakan dua per tiga asetnya dan lebih dari setengah pinjaman dari system perbankan Amerika. Bank-bank tersebut diminta untuk tidak mengumumkan hasil sementara stresst tes, namun Goldman Sachs memberikan isyarat dengan keputusannya untuk menjual obligasi dan saham, mengeluarkan five-year notes senilai $2 miliar tanpa jaminan pemerintah dan melakukan penawaran saham senilai $750 juta.
Regional Pagi ini: Nikkei 225 (+0,80%) 8.899,32. S&P/ASX 200 (-0,28%) 3.769,90.
Commodity: CPO (+3.3%) 2.634 RMY, Gold (-0.7%) $885/oz, Light Crude Oil (-0.4%) $50.92/barrel, Natural Gas (+0.9%) $3.4/mmbtu.
Suryadi@etrading.co.id, Research Team
Economic news
Economic: Hari Ini, Short Selling Dibuka Kembali
Mulai hari ini, BEI membolehkan lagi transaksi short selling yang dilarang sejak Okt09 dengan menetapkan 18 saham dalam transaksi tersebut. Namun, BEI juga mulai memberlakukan aturan baru margin trading dengan mengikutkan 21 saham dalam transaksi tersebut. Saham yang bisa ditransaksikan margin: AALI, ANTM, ASII,BBCA,BBNI,BBRI,BDMN,BUMI,BMRI,ELTY,INCO,INDF,ISAT,MEDC,PGAS,PTBA,SMGR,TINS,TLKM,UNTR,dan UNVR. (investor/fz)
Corporate news
ADRO: San Miguel Negosiasi Beli 17% saham Goldman
President San Miguel Ramon Ang menyatakan tengah bernegosiasi untuk membeli 17% saham ADRO yang dimilki oleh konsorsium Goldman Sachs, Citigroup, dan hedge fund Farallon.
Selanjutnya, Atticus Investment menjual 25,53 juta saham ADRO seharga Rp1.020, Rp1.030, dan Rp1.040/sham pada 24 dan 27 April09. Sisa sahamnya berarti sebanyak 1,81 miliar saham. (bisnis/fz)
INDY: Laba Bersih 1Q09 Naik 61,04% yoy
Laba bersih INDY pada 1Q09 naik 61,04% yoy dari Rp280,275 miliar jadi Rp451,372 miliar, dipicu oleh penjualan batu bara yang naik 52,82%menjadi Rp113,127 miliar serta jasa pengelolaan pelabuhan perseroan Rp69,001 miliar.
Namun, pendapatannya turun 31,68% yoy dari Rp701,904 miliar jadi Rp479,505 miliar. Hal tersebut terkait melonjaknya beban pokok kontrak dan penjualan 22,41% yoy jadiRp430,600 miliar serta beban usaha melonjak 113,36% yoy menjadi Rp43,255 miliar. Sedangkan laba usaha anjlok 95,53% menjadi Rp5,649 miliar. Anak usahanya, PT Kideco Jaya Agung menyumbang laba Rp468,52 miliar kepada perseroan. (bisnis/fz)
BNBR: Lunasi Repo ke PNM Rp 203 M
Tertanggal hari ini, BNBR sudah melunasi utang reponya kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebesar Rp203 miliar.
Sementara yang tersisa adalah utang milik anak usahanya yakni PT Bakrie Capital Indonesia ke PNM sebesar Rp 1,2 triliun.(detik/fz)
ADMF: Kupon Obligasi 12-14%
Kupon tiga seri obligasi ADMF senilai Rp500 miliar ditetapkan sebesar 12,55-14,60%, meliputi Seri A Rp46 miliar berkupon 12,55%, Seri B Rp51 miliar berkupon 13,55%, dan Seri C Rp403 miliar berkupon 14,6%. (investor/fz)
BNGA: Bagikan Dividen Rp12.75/saham, Div Payout 45%
Pada RUPS kemarin BNGA memutuskan membagi dividen sebesar Rp305.2 miliar atau 45% dari laba bersih FY08 sebesar Rp678.2 miliar, sehingga dividen per lembar sebesar Rp12.75 atau dividen yield 1.7%. Sisa laba 20% akan digunakan untuk menambah cadangan umum sedang sisanya 35% digunakan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan. (investor/li)
MEDC: Medco Garap HTI 37.000 ha
Perusahaan hutan tanaman industri (HTI) milik grup Medco, PT Selaras Inti Semesta telah merealisasikan penanaman seluas 37.000 ha dari 169.000 ha pada Jan-April09 yang memiliki izin konsesi dari pemerintah. (bisnis/fz)
Earnings Watch
PGAS: Laba 1Q09 meningkat 114%
PGAS mengeluarkan laporan keuangan FY08 dan 1Q09 secara bersamaan. Kerugian kurs yang diatas prediksi kita dan consensus di perkirakan sudah di faktorkan oleh investor.
Kerugian kurs FY08 sebesar Rp2,5tn akan membuat potensi turunnya dividend yang akan di bagiankan di tahun 2009. Untuk di ingat, kerugian kurs adalah non-cash item, investor long-term tidak akan di rugiakan dari kerugian ini. Harga pennjualan tahun 2008 turun 46% menjadi Rp634miliar sementara EBITDA in-line dengan prediksi kita 95% dan bertumbuh 56% YoY.
Pendapatan 1Q09 naik 62% YoY menjadi Rp4,4tn dan sedikit dibawah perkiraan kita. Kita melihat kontribusi dari gas yang di salurkan ke PLTU Muara Tawar akan lebih besar di 2Q09.
KLBF: Laba Bersih 1Q09 Naik 24% yoy
Laba bersih KLBF pada 1Q09 naik 24% yoy dari Rp172 miliar jadi Rp213 miliar, seiring penjualan yang naik 14,1% yoy dari Rp1,74 triliun jadi Rp1,98 triliun. Penjualan disumbang oleh divisi obat resep Rp569 miliar (28,6%), produk kesehatan Rp426 miliar (21,4%), nutrisi Rp499 miliar (25,1%), serta distribusi dan kemasan Rp495 miliar (24,9%). Selanjutnya gross margin naik 0,9% jadi 48,1% dan kas neto mencapai Rp1,17 triliun. (investor/fz)
SGRO: Pendapatan 1Q09 Anjlok 81,5% yoy, Harga Rata-rata CPO
Pendapatan SGRO pada 1Q09 anjlok 81,5% yoy dari Rp844,34 miliar jadi Rp156,01 miliar, Selanjutnya, harga jual rata-rata CPO pada 1Q09 turun 33% yoy jadi Rp5,29 juta per ton atau 1.727,28 ringgit per ton. Penurunan tersebut karena perpanjangan dari musim kering yang terjadi di 2Q06 berakibat produksi panen periode ini terendah di Indonesia serta pelambatan ekonomi dunia mempengaruhi permintaan CPO .(okezone/fz)
LPKR: Laba bersih 1Q09 Naik 5% YoY, Rp108 miliar
LPKR mencatat kenaikan laba bersih 1Q09 5% YoY menjadi sebesar Rp108 miliar dari sebelumnya Rp104 miliar. Kenaikan laba bersih disebabkan streaming recurring revenue yang besar dari sektor rumah sakit yang naik 26% sementara penjualan dan pengembangan propertinya turun 9% YoY akibat tingginya suku bunga KPR.
- Kemang village telah dalam tahap penyelesaian hingga 28% hingga 1Q09
- Siloam Hospital mencatat pertumbuhan signifikan jumlah pasien
- LPKR fokus pada penyelesaian St. Moritz dan Kemang Village
TINS: Laba Bersih 1Q09 Anjlok 97,04% yoy
Laba bersih TINS pada 1Q09 anjlok 97,04% yoy dari Rp487,29 miliar jadi Rp14,44 miliar, karena turunnya harga jual timah -34,56% yoy dari U$17.,36/ton jadi U$11,214/ton.
Penjualan turun dari Rp1,81 triliun jadi Rp1,59 triliun. Namun volum penjualannya naik 8,24% yoy dari 10.176 MT jadi 11.014 MT. (jakartapost/fz)
CTRA: Laba Bersih Naik 46% YoY, Rp54 miliar
CTRA berhasil membukukan kenaikan laba bersih 46% YoY menjadi Rp54 miliar dari sebelumnya Rp37 miliar. Meski gross profit dan EBITt mengalami penurunan masing-masing -2% dan -25% namun kenaikan laba bersih CTRA ditunjang adanya lonjakan laba dari selisih kurs yang naik 80% serta penghasilan bunga KPR yang naik 60% menjadi masing-masing Rp47 miliar dan Rp37 miliar. (research