Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin masih bergerak
cukup volatile dan akhirnya mampu menguat di akhir-akhir
perdagangan. Investor terlihat masih belum sepenuhnya yakin untuk
mulai masuk ke bursa, khususnya sektor komoditas seiring masih
melemahnya harga komoditas dunia. Kemarin, indeks ditutup
menguat 0,53% ke level 2199.
Sementara bursa US pada perdagangan semalam, ditutup
melemah signifikan. Berakhirnya rally selama 2 hari ini disebabkan
oleh meningkatnya data pengangguran di US pada pekan kemarin
yang mencapai level tertinggi sejak Maret 2002, akibat PHK yang
dilakukan oleh General Motors Corp, Weyerhaeuser Co. dan Starbucks
Corp. Hal ini juga diperparah oleh sentimen negatif dari sektor retail
yang membukukan penurunan penjualan, serta kerugian dari
perusahaan asuransi American International Group Inc. sebesar US$5
miliar. Terkait hal ini, mayoritas bursa Asia dibuka melemah pada
perdagangan hari ini.
Bursa Indonesia sendiri diperkirakan akan ikut terimbas
pelemahan bursa US dan regional. Masih belum membaiknya harga
komoditas dunia membuat bursa Indonesia tidak memiliki katalis
untuk menguat. Indeks diperkirakan akan kembali bergerak sideways
dengan kecenderungan melemah. Rentang pergerakan indeks akan
berada pada kisaran 2170 - 2210.
• MEDC: Investasi di Libya US$600 Juta (Bisnis)
• Economic: Tarif PPh konstruksi hingga 6% (kontan)
• BMRI: Direstui akuisisi Indover (investor)
• BNII: Maybank tetap lanjutkan akusisi (Investor)
• IPO: PTPN III naikkan IPO jadi Rp2 T (kontan)
Technical Picks :
• BUMI (Rp 5.350) - BUY
• BMRI (Rp 3.025) - SELL
• PNBN (Rp 890) – Sell on Strength
• SGRO (Rp 2.550) - BUY
Thursday, August 7, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment