Monday, September 22, 2008

rekomendasi

HIGHLIGHTS
Bank BRI Masih Kokoh, Naik 5,36% :
Berpotensi Melemah
Emiten perbankan, PT Bank BRI (BBRI)
pada perdagangan kemarin (22/09) masih
kokoh dengan naik 5,36% atau naik Rp 300
dan ditutup pada level Rp 5900. Hal ini
berarti saham BBRI telah naik sejak 2 hari
berturut – turut mengikuti pergerakan IHSG
yang positif. Namun dalam perdagangan hari
ini (23/09) saham BBRI diperkirakan akan
melemah. Hal ini karena anjloknya bursa AS
semalam dan juga kembali naiknya harga
komoditas akan menjadi alasan adanya profit
taking atas saham BBRI pada hari ini.
Support saham BBRI pada level Rp 4600 dan
Resistance di level Rp 6300.
Rekomendasi : Sell
Support Rp 4600
Resistance Rp 6300
London Sumatera Akan Coba Ikuti
Naiknya Harga Minyak
Saham Emiten perkebunan, PT London
Sumatera Plantation (LSIP) pada
perdagangan hari ini (23/09) diperkirakan
akan mencoba naik. Hal ini karena adanya
sentimen positif dari kembali naiknya harga
minyak di level US$ 109 per barel menyusul
masih besarnya ancaman resesi global.
Secara teknikal saham LSIP berpeluang naik
dalam jangka pendek menyusul indikator
MACD (Moving Average Convergence
Divergence) saham LSIP yang telah
membentuk pola golden cross. Support
saham LSIP pada level harga Rp 2900 dan
Resistance yang kuat di level Rp 5800.
Rekomendasi : Buy
Support Rp 2900
Resistance Rp 5800
Harga Emas Tembus Level 900, Saham
ANTM Menarik
Saham emiten nikel dan emas, PT Aneka
Tambang (ANTM) pada perdagangan hari ini
(23/09) akan mencoba untuk menguat. Hal
ini karena semalam harga emas naik pesat
5,01% dan berada diatas level US$ 900 per
ounce tepatnyai di level US$ 904. Naiknya
harga emas ini tentunya akan menjadi
sentimen positif bagi saham ANTM, apalagi
selama beberapa bulan terakhir saham
ANTM sangat tertekan.
Secara teknikal saham ANTM telah
membentuk pola bullish dalam jangka
pendek. Hal ini ditandai dengan indikator
MACD saham ANTM yang saat ini
menunjukkan masih berada pada area bullish.
Support saham ANTM pada level harga Rp
1210 dan Resistance pada level harga Rp
1930 dalam jangka pendek.
Namun dalam jangka panjang investor
sebaiknya wait and see terlebih dahulu. Hal
ini karena kedepan harga komoditas dapat
melemah kembali menyusul adanya ancaman
krisis global yang tentunya akan menekan
permintaan akan emas dan nikel sehingga
akan berdampak pada harga emas dan nikel
yang melemah. Hal ini tentunya berpotensi
kurang baik bagi kinerja perseroan kedepan.
Rekomendasi: Short Term Buy
Support Rp 1210
Resistance Rp 1930

market review

Market
Review IHSG. IHSG kemarin naik tipis diakibatkan adanya aksi profit
taking investor menyusul kembali meningkatnya ancaman resesi global.
Hal ini karena pasar masih belum yakin langkah penyelamatan yang
dilakukan pemerintah AS dan Fed mampu mengatasi krisis sektor
keuangan di AS. Saham –saham unggulan yang turun pesat adalah
saham Bakrieland (ELTY) turun 5,56% jadi Rp 255, Tambang Bukit
Asam (PTBA) turun 3,81% jadi Rp 10.100, dan Bakrie and Brother
(BNBR) turun 3,70% jadi Rp 810. Sementara itu saham yang menguat
pesat adalah saham Bisi International (BISI) yang naik 12,24% jadi Rp
2750, Bank BRI (BRI) naik 5,36% jadi Rp 5900, Barito Pacific (BRPT)
naik 5,05% jadi Rp 1040 dan Bank Mandiri (BMRI) naik 4,67% jadi Rp
2800.
Wall Street Anjlok. Bursa AS semalam turun pesat akibat harga minyak
yang kembali naik pesat. Sementara itu, ketidakpastian pada sektor
finansial menjadi faktor yang menambah sentimen negatif di bursa.
Saham-saham finansial kembali tertekan setelah laporan bahwa
Goldman Sachs dan Morgan Stanley kini berubah menjadi holding bank
komersial, bukan lagi sebagai bank investasi. Saham finansial yang
melemah antara lain JPMorgan Chase anjlok 13.28%, Bank of America
melemah 8.8% dan American Express turun 7.7%.
IHSG Dibayangi Sentimen Anjloknya Bursa Wall Street. IHSG pada
perdagangan hari ini (23/09) berpotensi melemah menyusul anjloknya
bursa Wall Street semalam akibat masih belum yakinnya pasar akan
langkah penyelamatan sektor krisis sektor keuangan AS. Hal ini
tentunya akan mengurangi optimisme pasar pada hari ini.
Selain itu naiknya kembali harga minyak akan menjadi sentimen negatif
bagi saham –saham yang memiliki sensitifitas yang tinggi akan inflasi
seperti saham perbankan, semen, telekomunikasi, dan properti.
Sementara itu saham –saham berbasis komoditas seperti saham
pertambangan dan perkebunan akan mencoba naik memanfaatkan
naiknya harga minyak semalam. Sekaligus aksi beli kembali investor
karena harga saham komoditas yang telah anjlok pesat selama beberapa
bulan terakhir. Hal ini tentunya akan menjadi tahanan bagi sentimen
negatif Wall Street semalam
Saham – saham yang menarik dikoleksi pada hari ini adalah saham
BUMI, ITMG, MEDC, PGAS, AALI, LSIP, TBLA, SGRO, TINS,
ANTM, dan INCO dengan rekomendasi Short Term trading.

market review

Market
Review IHSG. IHSG kemarin naik tipis diakibatkan adanya aksi profit
taking investor menyusul kembali meningkatnya ancaman resesi global.
Hal ini karena pasar masih belum yakin langkah penyelamatan yang
dilakukan pemerintah AS dan Fed mampu mengatasi krisis sektor
keuangan di AS. Saham –saham unggulan yang turun pesat adalah
saham Bakrieland (ELTY) turun 5,56% jadi Rp 255, Tambang Bukit
Asam (PTBA) turun 3,81% jadi Rp 10.100, dan Bakrie and Brother
(BNBR) turun 3,70% jadi Rp 810. Sementara itu saham yang menguat
pesat adalah saham Bisi International (BISI) yang naik 12,24% jadi Rp
2750, Bank BRI (BRI) naik 5,36% jadi Rp 5900, Barito Pacific (BRPT)
naik 5,05% jadi Rp 1040 dan Bank Mandiri (BMRI) naik 4,67% jadi Rp
2800.
Wall Street Anjlok. Bursa AS semalam turun pesat akibat harga minyak
yang kembali naik pesat. Sementara itu, ketidakpastian pada sektor
finansial menjadi faktor yang menambah sentimen negatif di bursa.
Saham-saham finansial kembali tertekan setelah laporan bahwa
Goldman Sachs dan Morgan Stanley kini berubah menjadi holding bank
komersial, bukan lagi sebagai bank investasi. Saham finansial yang
melemah antara lain JPMorgan Chase anjlok 13.28%, Bank of America
melemah 8.8% dan American Express turun 7.7%.
IHSG Dibayangi Sentimen Anjloknya Bursa Wall Street. IHSG pada
perdagangan hari ini (23/09) berpotensi melemah menyusul anjloknya
bursa Wall Street semalam akibat masih belum yakinnya pasar akan
langkah penyelamatan sektor krisis sektor keuangan AS. Hal ini
tentunya akan mengurangi optimisme pasar pada hari ini.
Selain itu naiknya kembali harga minyak akan menjadi sentimen negatif
bagi saham –saham yang memiliki sensitifitas yang tinggi akan inflasi
seperti saham perbankan, semen, telekomunikasi, dan properti.
Sementara itu saham –saham berbasis komoditas seperti saham
pertambangan dan perkebunan akan mencoba naik memanfaatkan
naiknya harga minyak semalam. Sekaligus aksi beli kembali investor
karena harga saham komoditas yang telah anjlok pesat selama beberapa
bulan terakhir. Hal ini tentunya akan menjadi tahanan bagi sentimen
negatif Wall Street semalam
Saham – saham yang menarik dikoleksi pada hari ini adalah saham
BUMI, ITMG, MEDC, PGAS, AALI, LSIP, TBLA, SGRO, TINS,
ANTM, dan INCO dengan rekomendasi Short Term trading.

Sunday, September 21, 2008



Market
Review IHSG. IHSG pada jumat lalu meningkat pesat. Hal ini
dikarenakan sentimen positif dari naiknya bursa-bursa dunia. Hal
ini dikarenakan rencana penyelamatan sektor keuangan oleh
pemerintah AS dan Fed memberikan keyakinan bagi para investor
saham di dunia setelah bursa saham turun pesat pada awal minggu
lalu. Saham-saham yang mengalami kenaikan pesat sebagian besar
adalah saham komoditas, antara lain Bumi Resources (BUMI)
naik Rp 725 menjadi Rp 3.950, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp
90 menjadi Rp 1.550, Timah (TINS) naik Rp 190 menjadi Rp
1.710, PGN (PGAS) naik Rp 200 menjadi Rp 2.350.
Wall Street Kembali Melesat. Bursa Wall Street pada
perdagangan akhir minggu lalu (20/09) menguat pesat. Hal ini
karena adanya rencana pemerintah dalam menangani krisis kredit
dan juga larangan short-selling pada sejumlah saham finansial.
Pemerintah AS kedepan akan membentuk institusi seperti RTC di
tahun 1989 yang akan menangani kredit macet. Rencana ini
dipandang sebagai solusi yang akan mampu menjawab masalah
krisis kredit yang dialami AS.
IHSG Akan Lanjutkan Kenaikan. IHSG pada perdagangan hari
ini (22/09) diperkirakan akan mencoba melanjutkan kenaikan
setelah pada jumat lalu naik dengan pesat. Hal ini karena pada
perdagangan akhir pekan lalu bursa AS kembali naik dengan pesat
dan juga naiknya bursa regional pada pagi ini akan menjadi
sentimen positif bagi IHSG hari ini.
Saham – saham komoditas diperkirakan akan memimpin kenaikan
pada hari ini. Hal ini karena harga minyak kembali naik diatas
level psikologis US$ 100 per barel tepatnya di level US$ 102 per
barel. Kenaikan harga minyak ini akan menjadi sentimen positif
bagi saham –saham komoditas seperti saham perkebunan dan
pertambangan.
Sementara itu saham –saham unggulan dengan afiliasi anak usaha
berbasis komoditas seperti Astra (ASII) , Indofood (INDF) dan
Bakrie (BNBR) juga akan mencoba menguat seiring naiknya
harga minyak.
Saham –saham yang menarik dikoleksi oleh investor pada
perdagangan hari ini adalah saham ASII, BNBR, BUMI, PTBA,
TINS, ENRG, MEDC, AALI, LSIP, TBLA, dan SGRO.

Tuesday, September 2, 2008

rumor

BUMI Tergerus Minyak
Emiten batubara, PT Bumi Resources
(BUMI) pada perdagangan kemarin (2/9)
bergerak negatif. Saham BUMI anjlok Rp
250 atau turun 4,72% dan ditutup pada level
Rp 5050. Turunnya saham BUMI ini dilatar
belakangi oleh anjloknya harga minyak
kemarin membuat investor melakukan aksi
jual atas saham BUMI. Dalam jangka pendek
saham BUMI berpotensi melemah. Pasalnya
indikator moving average jangka pendek
saham BUMI masih berada di bawah moving
average jangka panjangnya sehingga masih
berpotensi melemah dalam jangka pendek.
Selain itu kembali turunnya harga minyak
semalam di level US$ 109 per barel akan
menjadi sentimen negatif bagi saham BUMI.
Rekomendasi : Sell
Support Rp 4700
Resistance Rp 6300
BBRI Bergerak Cantik , Imbas Turun
Harga Minyak
Saham emiten perbankan , PT Bank BRI
(BBRI) kemarin (2/9) bergerak cantik.
Saham BBRI kemarin berhasil naik Rp 300
atau naik 5,04% dan ditutup pada level Rp
6250. Naiknya saham BBRI ini disebabkan
oleh turunnya harga minyak kemarin menjadi
sentimen positif bagi saham BBRI yang
bergerak sensitif terhadap harga minyak.
Pada perdagangan hari ini (3/9) saham BBRI
diperkirakan masih akan menguat. Pasalnya
harga minyak semalam kembali melemah
dan ditutup di bawah level US$ 110 per barel
tepatnya di level US$ 109,71 per barel. Hal
ini tentunya akan menjadi sentimen positif
bagi saham BBRI hari ini.
Rekomendasi :Buy
Support Rp 5300
Resistance Rp 6950
BBNI Akan Coba Menguat, Dampak
Pelemahan Minyak
Saham emiten perbankan , PT bank BNI
(BBNI) dalam jangka pendek berpotensi
untuk naik. Hal ini sebagai dampak dari
anjloknya harga minyak semalam di level
US$ 109 per barel. Hal ini tentunya akan
meredakan kekhawatiran akan inflasi
kedepan sehingga investor diperkirakan akan
memburu kembali saham BBNI.
Selain itu secara teknikal hal tersebut
dikuatkan dengan indikator moving average
jangka pendek saham BBNI yang basru saja
menembus keatas moving average jangka
panjangnya. Indikator MACD juga baru saja
membentuk pola golden cross menembus ke
wilayah beli sehingga saham BBNI
berpotensi bullish dalam jangka pendek.
BBNI sendiri cukup optimis pada tahun ini.
BBNI pada tahun ini menargetkan laba
bersih sebesar Rp 1,7 Trilyun atau naik lebih
dari dua kali lipat bila dibandingkan tahun
sebelumnya yang hanya sebesar Rp 898
Milyar. Hal ini karena coverage ratio
perseroan yang hingga juli lalu telah
mencapai 102 % sehingga tidak perlu
melakukan pencadangan secara massif
hingga akhir tahun ini.
Rekomendasi: Buy
Support Rp 1220
Resistance Rp 1490