Tuesday, August 26, 2008

market

Review : IHSG Melemah 19 Poin, Aktivitas Sepi
IHSG kemarin (26/8) ditutup melemah 0,92% atau turun 19,676 poin
dan ditutup pada level 2107,598. Sementara itu indeks saham unggulan
LQ45 juga melemah 1,40% atau turun 6,185 poin dan ditutup pada level
435,433. IHSG turun akibat turunnya bursa regional kemarin seperti
bursa Jepang dan Korea yang melemah.
Saham – saham unggulan melemah akibat derasnya tekanan jual
investor akibat kekhawatiran resesi global yang dilontarkan oleh IMF
semalam. Saham unggulan yang turun pesat hari ini adalah saham BCA
(BBCA) turun 3,28% jadi Rp 2950, Bumi Resources (BUMI) turun Rp
2,78% jadi Rp 5250, dan Telkom (TLKM) turun 2,53% jadi Rp 7750.
Sementara itu beberapa saham unggulan yang naik adalah saham Barito
Pacific (BRPT) naik 8,82% jadi Rp 1480, Bakrie Telecom (BTEL) naik
7,69% jadi Rp 280 dan PGAS naik 1,04% jadi Rp 2425.
Wall Street Mixed, Minyak Kembali Naik.
Wall Street semalam terpantau berakhir mixed setelah minyak yang
menguat mendorong naiknya saham-saham komoditas. Sementara itu,
saham-saham teknologi dan sensitif terhadap pergerakan minyak
berakhir melemah. Namun, secara keseluruhan kenaikan saham-saham
komoditas mampu menopang bursa.
Minyak mentah terpantau menguat ke level $116.27 setelah sebelumnya
sempat menyentuh level $117 akibat badai Gustav, yang dikhawatirkan
bisa mengganggu pasokan minyak. Sehingga, saham-saham komoditas
menjadi faktor penopang bursa, antara lain: Exxon Mobil (1.58%),
Alcoa (0.60%), dan Chevron (0.33%). Naiknya kembali harga minyak
ini dapat menjadi sentimen negatif bagi pergerakan saham perbankan
pada hari ini di BEI.
IHSG Masih Mencari Arah, Saham Komoditas Akan Coba Naik
IHSG pada perdagangan hari ini (27/8) diperkirakan akan mencari arah.
Hal ini karena saat ini belum ada sentimen yang dapat menggerakkan
pasar lebih jauh. Bursa AS semalam bergerak mixed sedangkan Bursa
regional pada pagi ini melemah terbatas menandakan secara global pasar
masih sedang mencari arah.
Potensi penguatan pada hari ini mungkin terjadi pada saham – saham
berbasis komoditas seperti saham perkebunan dan perbankan. Hal ini
karena naiknya harga minyak semalam di level US$ 116 per barel
diharapkan akan menjadi angin segar bagi saham – saham berbasis
komoditas.
Akan tetapi naiknya kembali harga minyak akan membuat sentimen
negatif bagi saham – saham yang bergerak sensitif akan harga minyak
seperti saham perbankan, properti, dan semen pada hari ini.
Saham – saham yang menarik dikoleksi oleh investor pada hari ini
adalah saham UNSP, AALI, PTBA, PGAS, MEDC, BISI, DAVO,
TBLA dan SGRO.

No comments: