Lippo Karawaci
Saved by the Hotel
Core profits reached Rp199bn, +21% yoy
1H08 core profits reached Rp199bn, or 8% above our expectations. The better-than-expected figure was due to the sale of the Aryaduta Makassar hotel in 2Q08 for Rp126.9bn. If we include the sale in our full year revenues forecast, our 08F core income would be Rp396bn, meaning that the 1H08 result would be in line with our forecast.
1H08 margins are higher than expected
The hotel sale also led to an improvement in margins. In 1H08, the gross margin (GM) reached 50.8%, surpassing our expectation of 46.3%, while the operating margin ( OM ) reached 21.6%, or higher than our expectation of 17.4%. Our numbers are based on the assumption that residential property is the main contributor to revenues, and thus far they still are, growing by 287% yoy and accounting for 22% of 1H08 revenues. The residential property revenues are mainly from the sales of Kemang Village units - which contributed a low margin of 29% due to higher construction costs. Against this backdrop, it can be seen that margins would not be as high as they were if the hotel sale had not been booked. We therefore adjust our forecasts accordingly.
Marketing sales update
In 1H08, marketing sales reached Rp589bn. This is in line with our full year forecast of Rp1,197bn. The main contributor was Kemang Village , for which 120 units had been sold for a total of Rp203bn. The 1H08 marketing sales already includes the Rp66bn sales contributed by Tiffany, the new apartment tower launched in May 08, for which 22 units have been sold in 2 months.
Maintain HOLD, TP of Rp780
We maintain our HOLD recommendation with a TP of Rp780 given that the stock only has limited upside potential in our view. Note that the stock is currently only trading at a 1% discount to its NAV. Furthermore, the company’s PE 08-09F is 33.7x-32.3x, or higher than the industry average of 23.2-17.8x. Our TP implies PE08-09F of 34.1-32.8x. HOLD.
Wednesday, July 30, 2008
rumor of the day
Market Movements
Bursa Indonesia pada perdagangan lalu berhasil bertahan di teritori positif meski mengalami tekanan sentimen negatif dari pelemahan bursa US dan regional. Indeks berhasil ditutup menguat 0,1% ke level 2278,6. Namun pergerakan bursa pada selasa kemarin, terasa sangat sepi dengan transaksi yang hanya sekitar Rp2,85 triliun, jauh dibawah rata-rata harian yang biasanya mencapai Rp4 triliun.
Sementara, selama 2 hari berturut-turut kemarin, bursa US berhasil meneruskan rally penguatannya. Penguatan bursa US ditopang oleh saham-saham sektor finansial, seiring pernyataan The Fed yang akan memperpanjang jangka waktu program penyehatan sektor finansial. Investor memandang positif langkah ini, dan mengalahkan sentimen negatif dari melonjaknya harga minyak dunia yang sempat naik US$4,58 dalam sehari dan ditutup di level US$126,7/barrel. Bursa regional pada pembukaan perdagangan hari ini berhasil melanjutkan penguatan hari kemarin.
Bursa Indonesia sendiri diperkirakan akan dibuka melonjak menguat, seiring sentimen positif yang ada selama bursa libur kemarin. Indeks diperkirakan akan mengejar ketertinggalan atas bursa US dan regional, dengan masih ditopang penguatan pada sektor banking dan komoditas. Namun, kami masih menyarankan investor untuk tetap melakukan trading jangka pendek, seiring masih labilnya bursa. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2259 - 2300.
Daily Content
News Highlights :
· BNII: Maybank dilarang membeli BNII (bloomberg)
· SMGR: Laba 1H08 naik 63%
· ASII: Laba 1H08 naik 81%
· INTP: Biaya pembangunan cement baru naik (bisnis)
· BBNI: net interest income naik 39% (Investor)
· BBRI: Laba 1H08 naik 19,5%, Rp 2,8 T (Investor)
· DEWA: Bangun PLTU Rp16,6 T (investor)
Technical Picks :
· ASII (Rp 22.550) – Sell on Strength
· BUMI (Rp 6.450) - BUY
· TBLA (Rp 590) - SELL
· WIKA (Rp 375) - SELL
Saham Pilihan
RUMOR OF THE DAY
Rumor: JPRS Kaji Stock Split (Investor)
Saham JPRS berpeluang menuju ke level Rp 1.200 untuk
mengantisipasi masuknya Mittal yang saat ini tengah
bernegosiasi dengan pemegang saham perseroan. Sementara
menurut sumber Investor Daily, perseroan kini masih
mengkaji stock split dengan rasio 1:2.
Rumor: MASA Diminati Asing (Investor)
Menurut sumber Investor Daily, investor besar dari luar
negeri ingin membeli saham perseroan dalam waktu dekat.
Selain itu, menurutnya rencana perseroan mengakuisisi kebun
karet untuk menopang produksi perseroan juga akan
mendorong penguatan harga saham.
Rumor: Auto Jajaki SPO (Investor)
AUTO tengah menjajaki SPO saham pada harga Rp6.000.
menurut sumber Investor Daily, perseroan akan melepas 15%
saham, di mana 10% milik perseroan. SPO akan menambah free
float di bursa menjadi 20%, di mana saat ini saham yang
beredar di publik hanya 7%.
Bursa Indonesia pada perdagangan lalu berhasil bertahan di teritori positif meski mengalami tekanan sentimen negatif dari pelemahan bursa US dan regional. Indeks berhasil ditutup menguat 0,1% ke level 2278,6. Namun pergerakan bursa pada selasa kemarin, terasa sangat sepi dengan transaksi yang hanya sekitar Rp2,85 triliun, jauh dibawah rata-rata harian yang biasanya mencapai Rp4 triliun.
Sementara, selama 2 hari berturut-turut kemarin, bursa US berhasil meneruskan rally penguatannya. Penguatan bursa US ditopang oleh saham-saham sektor finansial, seiring pernyataan The Fed yang akan memperpanjang jangka waktu program penyehatan sektor finansial. Investor memandang positif langkah ini, dan mengalahkan sentimen negatif dari melonjaknya harga minyak dunia yang sempat naik US$4,58 dalam sehari dan ditutup di level US$126,7/barrel. Bursa regional pada pembukaan perdagangan hari ini berhasil melanjutkan penguatan hari kemarin.
Bursa Indonesia sendiri diperkirakan akan dibuka melonjak menguat, seiring sentimen positif yang ada selama bursa libur kemarin. Indeks diperkirakan akan mengejar ketertinggalan atas bursa US dan regional, dengan masih ditopang penguatan pada sektor banking dan komoditas. Namun, kami masih menyarankan investor untuk tetap melakukan trading jangka pendek, seiring masih labilnya bursa. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2259 - 2300.
Daily Content
News Highlights :
· BNII: Maybank dilarang membeli BNII (bloomberg)
· SMGR: Laba 1H08 naik 63%
· ASII: Laba 1H08 naik 81%
· INTP: Biaya pembangunan cement baru naik (bisnis)
· BBNI: net interest income naik 39% (Investor)
· BBRI: Laba 1H08 naik 19,5%, Rp 2,8 T (Investor)
· DEWA: Bangun PLTU Rp16,6 T (investor)
Technical Picks :
· ASII (Rp 22.550) – Sell on Strength
· BUMI (Rp 6.450) - BUY
· TBLA (Rp 590) - SELL
· WIKA (Rp 375) - SELL
Saham Pilihan
RUMOR OF THE DAY
Rumor: JPRS Kaji Stock Split (Investor)
Saham JPRS berpeluang menuju ke level Rp 1.200 untuk
mengantisipasi masuknya Mittal yang saat ini tengah
bernegosiasi dengan pemegang saham perseroan. Sementara
menurut sumber Investor Daily, perseroan kini masih
mengkaji stock split dengan rasio 1:2.
Rumor: MASA Diminati Asing (Investor)
Menurut sumber Investor Daily, investor besar dari luar
negeri ingin membeli saham perseroan dalam waktu dekat.
Selain itu, menurutnya rencana perseroan mengakuisisi kebun
karet untuk menopang produksi perseroan juga akan
mendorong penguatan harga saham.
Rumor: Auto Jajaki SPO (Investor)
AUTO tengah menjajaki SPO saham pada harga Rp6.000.
menurut sumber Investor Daily, perseroan akan melepas 15%
saham, di mana 10% milik perseroan. SPO akan menambah free
float di bursa menjadi 20%, di mana saat ini saham yang
beredar di publik hanya 7%.
Tuesday, July 29, 2008
laba exel melonjak
StockWatch (Jakarta) - Laba bersih PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL) per Juni 2008 melejit 1.438% menjadi Rp631,273 miliar (Rp89 per saham) dibandingkan periode sama tahun 2007 sebesar Rp41,041 miliar (Rp6 per saham).Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Selasa (29/7), Hasnul Suhaimi, Direktur Utama EXCL mengemukakan, lonjakan laba perseroan ditunjang oleh pendapatan usaha yang meningkat 65% menjadi Rp4,641 triliun dari sebelumnya sebesar Rp2,807 triliun. Menurut Hasnul, jumlah pelanggan EXCL pada enam bulan pertama 2008 tumbuh 124% menjadi 22,9 juta pelanggan dari periode sama sebelumnya sebanyak 10,2 juta pelanggan. Selain itu, lanjut Hasnul, total outgoing minutes EXCL meningkat lebih dari 1.000% menjadi 19,3 miliar menit dibandingkan paruh pertama 2007 yang masih 1,7 miliar menit. “Pertumbuhan pelanggan dan traffic telah mendongkrak pendapatan EXCL. Bahkan penerapan strategi tarif yang dimulai pada kuartal III 2007 direspon positif pelanggan,” katanya. Hasnul menambahkan, kinerja EXCL yang tumbuh signifikan tidak hanya dipicu penurunan tarif tapi didukung peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan.
laba xl melonjak
StockWatch (Jakarta) - Laba bersih PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL) per Juni 2008 melejit 1.438% menjadi Rp631,273 miliar (Rp89 per saham) dibandingkan periode sama tahun 2007 sebesar Rp41,041 miliar (Rp6 per saham).
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Selasa (29/7), Hasnul Suhaimi, Direktur Utama EXCL mengemukakan, lonjakan laba perseroan ditunjang oleh pendapatan usaha yang meningkat 65% menjadi Rp4,641 triliun dari sebelumnya sebesar Rp2,807 triliun. Menurut Hasnul, jumlah pelanggan EXCL pada enam bulan pertama 2008 tumbuh 124% menjadi 22,9 juta pelanggan dari periode sama sebelumnya sebanyak 10,2 juta pelanggan. Selain itu, lanjut Hasnul, total outgoing minutes EXCL meningkat lebih dari 1.000% menjadi 19,3 miliar menit dibandingkan paruh pertama 2007 yang masih 1,7 miliar menit. “Pertumbuhan pelanggan dan traffic telah mendongkrak pendapatan EXCL. Bahkan penerapan strategi tarif yang dimulai pada kuartal III 2007 direspon positif pelanggan,” katanya. Hasnul menambahkan, kinerja EXCL yang tumbuh signifikan tidak hanya dipicu penurunan tarif tapi didukung peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Selasa (29/7), Hasnul Suhaimi, Direktur Utama EXCL mengemukakan, lonjakan laba perseroan ditunjang oleh pendapatan usaha yang meningkat 65% menjadi Rp4,641 triliun dari sebelumnya sebesar Rp2,807 triliun. Menurut Hasnul, jumlah pelanggan EXCL pada enam bulan pertama 2008 tumbuh 124% menjadi 22,9 juta pelanggan dari periode sama sebelumnya sebanyak 10,2 juta pelanggan. Selain itu, lanjut Hasnul, total outgoing minutes EXCL meningkat lebih dari 1.000% menjadi 19,3 miliar menit dibandingkan paruh pertama 2007 yang masih 1,7 miliar menit. “Pertumbuhan pelanggan dan traffic telah mendongkrak pendapatan EXCL. Bahkan penerapan strategi tarif yang dimulai pada kuartal III 2007 direspon positif pelanggan,” katanya. Hasnul menambahkan, kinerja EXCL yang tumbuh signifikan tidak hanya dipicu penurunan tarif tapi didukung peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan.
rumor
Market Movements
Meskipun JCI kemarin di tutup menguat pesat, +1,4%,
ditopanng oleh CPO dan Coal plays. Tetapi mungkin tidak
untuk hari ini. Perdagangan awal pekan Dow, tergerus tajam, -
2,0% menjadi 13,083. Investor kembali kawatir dengan sektor
financial dan banking, dibalik kerugian subprime yang akan
membuat neraca perbankan menjadi tidak sehat. Belum ada
kepastian mengenai kapan crisis ini akan berakhir, atau akan
lebih parah dari prediksi ditambah tekanan harga commoditas.
ICO diperdagangkan steady pada kisaran $125/barrel.
Terpuruknya indeks USA membuat sentiment negative
ke pasar regional, Nikkei -2% dan STI -2%. Di perkirakan JCI
follow-suit dengan range perdagangn pada kisar 2,270 –
2,200. Looking Foward: Investor memantau Laporan keuangan
2Q08 yang mulai release pekan ini. Inflasi Bulan July juga
menjadi sorotan investor untuk jangka pendek. Saran kita
supaya investor lebih melakukan trading dengan
memanfaatkan momentum penurunan dan kenaikan tajam.
Sektor yang menjadi fokus minggu ini masih pada Bank dan
Commoditas.
Daily Content
News Highlights :
• WIKA: Laba 1H08 melonjak 58% (bisnis)
• INTP: Laba 1H08 double (bisnis)
• Economic: revisi asumsi ICP menjadi US$130
(Investor)
• TLKM: Kantongi Kredit Bank Rp2,5 Triliun (Bisnis)
• SGRO: Bangun Pabrik CPO Baru (Kontan)
• BMRI: laba naik 22%, Rp 2,61 T (Investor)
• BNGA: 1H08 laba bersih Rp 428 M (+5% yoy)
(Investor)
• DUTI: Laba 1H08 naik tipis (investor)
• LPKR:penjualan 1H08 naik 21% (investor)
• SMRA: Laba 1H08 melorot 17% (investor)
• CMNP: Laba 1H08 naik 34% (bisnis)
• EXCL: Laba 1H08 meroket 1438% (bisnis)
• JPRS: Laba 1H08 melonjak 150% (bisnis)
Meskipun JCI kemarin di tutup menguat pesat, +1,4%,
ditopanng oleh CPO dan Coal plays. Tetapi mungkin tidak
untuk hari ini. Perdagangan awal pekan Dow, tergerus tajam, -
2,0% menjadi 13,083. Investor kembali kawatir dengan sektor
financial dan banking, dibalik kerugian subprime yang akan
membuat neraca perbankan menjadi tidak sehat. Belum ada
kepastian mengenai kapan crisis ini akan berakhir, atau akan
lebih parah dari prediksi ditambah tekanan harga commoditas.
ICO diperdagangkan steady pada kisaran $125/barrel.
Terpuruknya indeks USA membuat sentiment negative
ke pasar regional, Nikkei -2% dan STI -2%. Di perkirakan JCI
follow-suit dengan range perdagangn pada kisar 2,270 –
2,200. Looking Foward: Investor memantau Laporan keuangan
2Q08 yang mulai release pekan ini. Inflasi Bulan July juga
menjadi sorotan investor untuk jangka pendek. Saran kita
supaya investor lebih melakukan trading dengan
memanfaatkan momentum penurunan dan kenaikan tajam.
Sektor yang menjadi fokus minggu ini masih pada Bank dan
Commoditas.
Daily Content
News Highlights :
• WIKA: Laba 1H08 melonjak 58% (bisnis)
• INTP: Laba 1H08 double (bisnis)
• Economic: revisi asumsi ICP menjadi US$130
(Investor)
• TLKM: Kantongi Kredit Bank Rp2,5 Triliun (Bisnis)
• SGRO: Bangun Pabrik CPO Baru (Kontan)
• BMRI: laba naik 22%, Rp 2,61 T (Investor)
• BNGA: 1H08 laba bersih Rp 428 M (+5% yoy)
(Investor)
• DUTI: Laba 1H08 naik tipis (investor)
• LPKR:penjualan 1H08 naik 21% (investor)
• SMRA: Laba 1H08 melorot 17% (investor)
• CMNP: Laba 1H08 naik 34% (bisnis)
• EXCL: Laba 1H08 meroket 1438% (bisnis)
• JPRS: Laba 1H08 melonjak 150% (bisnis)
Sunday, July 27, 2008
MARKET REVIEW
Market Movements
Dow berhasil menutup pekan yang choopy dengan kenaikan
0,19% menjadi 11,371. kuranganya katalis membuat indeks Dow
bergerak tidak pasti. Harga Minyak meredah menjadi $123/barrel,
dan sektor financial mendominasi Dow diakhir pekan.
Sementara bursa Regional dibuka mix, Nikkei +0,7% dan STI
-0,2%. Investor masih cenderung stay side-way karena belum ada
kepastian terhadap sektor financial dan harga commoditas.
Pagi ini Indeks diperkirakan akan mengikuti indeks regional
dan saham-saham komoditas masih menjadi sentiment negatif harga
minyak di tambah dengan sengketa lahan tambang milik BUMI dan
Bayan. Saran kita, agar investor memperhatikan laporan keuangan
kuartal kedua yang mulai bermunculan. Laba dan angka diatas
perkiraan akan menjadi katalis pengangkatan harga saham perseroan
dan perdagangan indeks diperkirakan berkisar 2,275 – 2,200.
Daily Content
News Highlights :
• PTBA: Labar 1H08 naik lebih dari 2x lipat (Bloomberg)
• ENRG: jual gas “record price” ( Jakarta )
• BUMI: Tidak memiliki ijin tambang di Borneo (Jakarta)
• BNII: laba bersih naik 9%, Rp 316 M (Investor)
• INDY: Laba 1H08 melejit 226,6% (investor)
• AALI: Laba 1H08 membumbung 134,1% (investor)
• SMGR: Cari Dana Sampai US$1,2 Miliar (Bisnis)
• PGAS: Pemerintah Akan Lepas Saham PGAS (Bisnis)
Dow berhasil menutup pekan yang choopy dengan kenaikan
0,19% menjadi 11,371. kuranganya katalis membuat indeks Dow
bergerak tidak pasti. Harga Minyak meredah menjadi $123/barrel,
dan sektor financial mendominasi Dow diakhir pekan.
Sementara bursa Regional dibuka mix, Nikkei +0,7% dan STI
-0,2%. Investor masih cenderung stay side-way karena belum ada
kepastian terhadap sektor financial dan harga commoditas.
Pagi ini Indeks diperkirakan akan mengikuti indeks regional
dan saham-saham komoditas masih menjadi sentiment negatif harga
minyak di tambah dengan sengketa lahan tambang milik BUMI dan
Bayan. Saran kita, agar investor memperhatikan laporan keuangan
kuartal kedua yang mulai bermunculan. Laba dan angka diatas
perkiraan akan menjadi katalis pengangkatan harga saham perseroan
dan perdagangan indeks diperkirakan berkisar 2,275 – 2,200.
Daily Content
News Highlights :
• PTBA: Labar 1H08 naik lebih dari 2x lipat (Bloomberg)
• ENRG: jual gas “record price” ( Jakarta )
• BUMI: Tidak memiliki ijin tambang di Borneo (Jakarta)
• BNII: laba bersih naik 9%, Rp 316 M (Investor)
• INDY: Laba 1H08 melejit 226,6% (investor)
• AALI: Laba 1H08 membumbung 134,1% (investor)
• SMGR: Cari Dana Sampai US$1,2 Miliar (Bisnis)
• PGAS: Pemerintah Akan Lepas Saham PGAS (Bisnis)
Subscribe to:
Posts (Atom)