Tuesday, August 26, 2008

BTEL Melesat Pasca Kabar Akuisisi FREN
Saham emiten operator CDMA , PT Bakrie
Telecom (BTEL) pada perdagangan kemarin
(26/8) melesat naik. BTEL berhasil naik Rp 20
atau naik 7,69% dan ditutup pada level Rp 280.
Naiknya saham BTEL ini dipicu oleh kabar
bahwa BTEL akan melakukan akuisisi terhadap
operator CDMA lainnya milik Grup Hary Tanu ,
Mobile 8 (FREN). Namun saham BTEL saat ini
sedang mendekati wilayah jenuh beli secara
teknikal. Indikator RSI saham BTEL berada pada
level 69,67 atau sudah mendekati level 70,00
yang artinya sudah jenuh beli dan rawan akan
koreksi teknikal. Selain itu sebaiknya investor
menunggu terlebih dahulu konfirmasi resmi dari
BTEL mengenai kabar akuisisi tersebut.
Rekomendasi : Sell on Strength
Support Rp 245
Resistance Rp 300
Laporan Kinerja Semester 1 , Bawa PGAS
Menanjak
Saham emiten utilitas gas BUMN, PT Gas
Negara (PGAS) bergerak menanjak pada
perdagangan kemarin melawan arah pasar yang
sedang negatif. Saham PGAS berhasil naik Rp 25
atau naik 1,04% dan ditutup pada level Rp 2425.
Naiknya saham PGAS ini karena laporan kinerja
semester 1 perseroan yang membaik membuat
investor kembali mengkoleksi kembali saham
PGAS. Dalam jangka pendek saham PGAS
masih berpotensi untuk naik. Hal ini karena
semalam harga komoditas naik dipimpin minyak
yang naik 1,01% dan berada pada level $116,27
per barel. Secara teknikal saham PGAS juga
masih berada di area bullish sehingga masih
berpotensi untuk naik. Support saham PGAS di
Rp 2220 dan Resistance di Rp 2780.
Rekomendasi : Buy
Support Rp 2220
Resistance Rp 2780
UNSP Akan Coba Naik : Saham Sudah Di
Bottom
Saham emiten perkebunan, PT Bakrie Sumatera
Plantation (UNSP) dalam jangka pendek
diperkirakan akan mencoba untuk melakukan
rebound. Pasalnya saat ini saham UNSP berada
pada level bottom di Rp 1040. Nilai RSI
(Relative Strength Index) saham UNSP pun
sudah mendekati level jenuh jual. Saat ini nilai
RSI UNSP berada pada level 33,39 atau sudah
dekat dengan level 30,00 yang artinya sudah
jenuh jual dan berpotensi untuk rebound secara
teknikal.
Secara fundamental , pada tahun ini UNSP
mencanangkan serangkaian ekspansi guna
meningkatkan kinerja fundamental perseroan.
UNSP akan menganggarkan dana sebesar US$
100 Juta guna membiayai sejumlah ekspansi
perseroan tahun ini. Sekitar US$ 40 juta
digunakan perseroan untuk meningkatkan
penyertaan saham pada PT Agri Resources dari
25% menjadi 51%. Lalu sekitar US$ 40 juta
lainnya digunakan perseroan untuk melakukan
pengembangan lahan seluas 50.000 Ha.
Sedangkan sisanya akan digunakan perseroan
sebagai modal kerja
Sekarang perseroan sedang menjajaki
pembangunan kernel crushing plant yang mampu
produksi sebanyak 20 ton per jam minyak inti
kelapa sawit. Pada tahun 2007 lalu UNSP
mampu memproduksi inti sawit sebanyak 38.270
ton. Dengan serangkaian rencana tersebut maka
diharapkan akan menciptakan kenaikan kinerja
UNSP apalagi harga CPO kedepan masih akan
meningkat seiring permintaan yang tinggi
menjelang bulan puasa dan lebaran.
Rekomendasi : Buy
Support Rp 990
Resistance Rp 1420


CPIN (Rp 880) - SELL
Membentuk reversal top dengan potensi bearish
trend jangka pendek. Target support pertama di
level 830 dan kedua di 760. Rekomendasi beli
jika melewati level 800.
Trading Range: 760 - 915

No comments: