PT Dayaindo Resources (KARK) mengumumkan
perseroan akan segera mengakuisisi 70% saham
tambang batubara milik PT Risna Karya
Wardhana (RKWM) senilai Rp 1,75 Trilyun.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan
perseroan, tambang batubara tersebut memiliki
cadangan batubara sebesar 9,23 Juta ton.
Nantinya bila akuisisi tersebut terealisasi maka
total KARK akan memiliki cadangan batubara
sebesar 21 Juta MT. Saham KARK sendiri saat
ini berada pada level Rp 150. Secara teknikal
saham KARK layak dikoleksi dalam jangka
pendek, hal ini karena saat ini saham KARK
sedang jenuh jual sehingga berpotensi melakukan
rebound teknikal dalam jangka pendek.
Rekomendasi : Buy on Weakness
Support Rp 130
Resistance Rp 165
Bayan Jeblok Di Hari Pertamanya Di Bursa
Saham emiten batubara PT Bayan Resources
(BYAN) bergerak negatif pada hari pertamanya
di bursa kemarin (12/8). Saham BYAN kemarin
turun Rp 350 atau turun 6,03% dan ditutup pada
level harga Rp 5450. Turunnya saham BYAN ini
lantaran sentimen negatif atas saham komoditas
pada perdagangan kemarin menyusul masih
terpuruknya harga minyak di level US$ 114 per
barel dan juga dikombinasi dengan kabar
ditutupnya akses jalan salah astu tambang
perseroan di Kaltim BYAN sendiri saat ini
mampu memproduksi batubara sebanyak 4,7 Juta
ton atau terbesar nomor delapan saat ini di
Indonesia. Pada tahun 2007 perseroan berhasil
membukukan pendapatan Rp 3,451 Trilyun
dengan laba bersih sebesar Rp 252,7 Milyar
Rekomendasi : Not Rated
Anjloknya Harga Minyak Bawa Saham
MEDC Terpuruk
Saham emiten tambang minyak, PT Medco
Energy (MEDC) bergerak anjlok pada
perdagangan kemarin (12/8). Saham MEDC
anjlok turun Rp 625 atau turun 13,02% dan
ditutup pada level Rp 4175. Hal ini berarti saham
MEDC telah anjlok secara 2 hari berturut-turut.
Saham MEDC kemarin anjlok menyusul
anjloknya harga minyak pada level US$ 114 per
barel sehari sebelumnya. Dalam jangka pendek
saham MEDC masih berpotensi turun. Pasalnya
semalam minyak kembali melemah di level US$
113 per barel yang tentunya diperkirakan akan
menjadi sentimen negatif bagi saham MEDC.
Rekomendasi : Buy on Weakness
Support Rp 4000
Resistance Rp 4750
Pefindo : Obligasi 1 -2003 BBNI Tetap
idAALembaga
pemeringkat Pefindo
mengumumkan bahwa peringkat emiten bank
PT Bank BNI (BBNI) untuk obligasi 1-2003
tetap idAA-. Selain itu untuk obligasi
subordinasi 1-2003 juga tetap idAA+. Masih
kokohnya peringkat BBNI ini dikarenakan
masih besarnya dukungan pemerintah,
kuatnya posisi bisnis perseroan dan
permodalan yang sehat. Walaupun ada
ancaman dari kenaikan inflasi dan juga BI
rate yang hingga saat ini telah naik sebesar
100 basis poin (Bps).
Rekomendasi : Medium Term Buy
Support Rp 1200
Resistance Rp 1500
Tuesday, August 12, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment