Sunday, August 10, 2008

market riview

IHSG Flat, Saham Komoditas Melesat
Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini (08/08) dilaporkan bergerak
mixed, dengan Indeks Harga Saham Gabungan melemah 3.08 poin atau 0.14%
ke level 2195.93; indeks LQ45 turun 0.94 poin atau 0.57% ke level 45,407; dan
Jakarta Islamic Index menguat 2.045 poin ke level 360.934.
Pelemahan IHSG ini sejalan dengan pelemahan yang dialami Wall Street
semalam akibat sentimen negatif dari kinerja AIG dan Wal-Mart yang lebih
buruk dari ekspektasi.
Saham perbankan terpantau tertekan oleh dampak negatif dari naiknya harga
minyak: BBRI melemah Rp200 ke level Rp6,050; BDMN melemah Rp100 ke
level Rp5,400; BMRI merosot Rp75 ke level Rp2,925 dan BBCA melemah
Rp75 ke level Rp2,950. Sementara itu, saham-saham pertambangan masih
mendominasi top gainer, menyusul kembali menguatnya harga minyak diatas
level $120 semalam: ITMG melonjak Rp1,600 ke level Rp27,200; PTBA
menguat Rp600 ke level Rp13,250; dan BUMI naik Rp300 ke level Rp5,650.
Anjloknya Minyak Bawa Wall Street Reli
Harga minyak mentah akhir pekan lalu dilaporkan melemah sebanyak 4.02% ke
level $115.20 per barrel, seiring dengan penguatan dollar dan menurunnya
permintaan. Ini adalah level terendah minyak mentah dalam tiga bulan.
Pelemahan minyak ini memunculkan sentimen positif yang luar biasa pada
bursa. Dow Jones berakhir melonjak 302.89 poin atau 2.65% ke level
11.734.32; S&P 500 menguat 30.25 poin atau 2.39% ke level 1,296.32; dan
Nasdaq menanjak 58.37 poin atau 2.48% ke level 2,414.10.
Anjloknya Harga Minyak Akan Bawa Saham Unggulan Naik
IHSG pada perdagangan hari ini (11/8) diperkirakan akan bergerak naik
menyusul naiknya bursa regional pada pagi ini bursa AS akhir pekan lalu.
Selain itu anjloknya harga minyak di level US$ 115 per barel akan coba
mengangkat saham – saham unggulan yang sedang murah akibat sentimen
negatif inflasi.
Turunnya harga minyak akan mengurangi kekhawatiran akan inflasi di pasar
sehingga investor akan melakukan aksi beli terhadap saham – saham unggulan
yang bergerak sensitif akan inflasi seperti saham perbankan, semen,
telekomunikasi, dan properti.
Sementara itu anjloknya minyak akan menjadi sentimen negatif bagi saham –
saham tambang dan perkebunan hari ini. Hal ini tentunya akan menjadi tahanan
kenaikan bursa pada hari ini.
Saham – saham yang menarik dikoleksi pada hari ini adalah saham BBRI,
BMRI, BBCA, BDMN, BBNI, ISAT, TLKM, ELTY, ADHI, WIKA, JSMR,
INDF, ASII, BHIT, SMGR, INTP, SMCB, dan CTRA.

No comments: