Þ VIX at 35.79, Bull in market will continue
News Highlight
Economic News
Þ Economic: Indonesia Akan Luncurkan Logo "I Love Indonesia"
Þ Economic: 54% dari Total Stimulus PU, Rp6.6 tn Baru Siap Dilaksanakan
Þ Economic: Peminat Sukuk Global Capai USD4 bn
Þ Economic: Penyerapan Anggaran 1Q09 11,3%
Þ Banking: NPL dari KPR Mulai Meningkat Jadi 3%
Corporate News
Þ BMRI: Pemerintah Tolak Divestasi 7% saham
Þ BLTA: Jajaki Rights Issue Rp500M
Þ ADRO: 17% Saham Akan Dijual
Þ AALI: Volume Produksi CPO 1Q09 Tergerus 9,1% yoy
Þ BDMN: Temasek Injeksi Rp1.47 tn, CAR 20.8%
Þ ELSA: Segera Rampungkan Proyek U$48 Jt
Þ HEXA: Usulkan Bagi Dividen 35% - 40%
Þ LTLS: Bidik Pendapatan FY09 Tumbuh 5-10% yoy
Þ MYOR: Pendapatan 1Q09 Rp1,12 T (+32% yoy)
Þ PTBA: Juli09, Relokasi Pabrik
Þ AKRA: Minta Perpanjangan Utang hingga 2010
Rumours
Þ Northstar akan membeli saham BMRI terkait pembagian dividen besar 2008, yang merupakan langkah awal untuk memiliki 10% saham perseroan. Selain itu, Northstar juga berniat membeli 7% saham divestasi perseroan. (investor/fz)
Þ Saham DAVO berpeluang menguat ke Rp90-100 per saham. Pasalnya harga kakao dan cokelat tengah naik serta kabar pemodal strategis akan mengambil alih 11% saham Lehman Brothers di perseroan. (investor/fz)
Technical Picks
Þ TLKM (Rp 7.850) – SELL
Þ BBRI (Rp 5.000) – Buy on Weakness
Þ SGRO (Rp 1.560) – SELL
Þ UNVR (Rp 7.750) – BUY
Download Full Report Technical Shot
Market Flash
Index VIX menunjukan pernurunan mencapai level 35,79 dari level tertinggi 80, CBOE Volatility Index (VIX) turun menandakan volatilitas yang rendah dan investor cenderung kembali memasuki pasar saham. Recomendasi kita untuk saham yang masih murah dan boleh di koleksi adalah BUMI
Regional Pagi ini: Nikkei +2,51%, STI +1,65%, Kospi +0,5% dan SP/ASX 200 +1,7%
Commodity: Nickel $12.230/MT, CPO -2% RM2,410/MT, Coal $63.18/MT, Tin $11.575/MT, Light Crude Oil (-0.3%) $49.85/barrel, Natural Gas +0.3% menjadi $3.61/mmbtu dan Gold (-0.5%) menjadi $875.6/oz.
Dow Jones: Hewlett-Packard Gain, Saham teknologi memimpin, Bursa US naik. Saham Hewlett Packard memimpin rally di saham teknologi dan bank naik disebabkan oleh pendapatan JP Morgan Chase & Co. yang lebih baik dari prediksi. JP Morgan +2.1% setelah mengatakan siap untuk mebayar dana bailout pemerintah. Saham chipmaker naik setelah Nokia mengatakan permintaan akan telepon seluler tetap stabil. Indeks Standard & Poor's 500 +1.6% ke level 865.3 dengan saham teknologi yang meningkat 14%. Dow Jones +1.2% menjadi 8,125.43 dan Nasdaq +2.68% ke level 1.670,44. Tolak ukur indeks terus berfluktuasi karena bangkrutnya General Growth Properties Inc, perusahaan real estate terbesar. Hewlett Packard naik 5% menjadi $36.60 dan menjadai saham 'The Best Gain" di Dow. PC Shipment -3.1%, Texas Instrument Inc +4.6% menjadi $17.80. Rosetta Stone Inc, emiten baru di Wall Street tercatat menguat 40%. Bursa US terus bergerak naik juga disebabkan karena data dari Departemen Tenaga Kerja US menyebutkan klaim PHK turun hingga 8%.
Research Team
Economic News
Economic: Indonesia Akan Luncurkan Logo "I Love Indonesia"
Indonesia akan meluncurkan logo " I Love Indonesia" untuk meningkatkan konsumsi produk domestik. Logo ini akan resmi diluncurkan 22 April mendatang. Menperindag mengatakan pertumbuhan output domestik di 1Q09 hanya sebesar 1-1.5% lebih rendah dari ekspektasi. (jakartapost/li)
Economic: 54% dari Total Stimulus PU, Rp6.6 tn Baru Siap Dilaksanakan
Dari total stimulus Rp6.6 tn yang diberikan untuk Departemen Pekerjaan Umum (PU) baru Rp3.6 tn (54%) yang siap ditindaklanjuti ke tingkat penandatanganan kontrak dengan pengembang. Proyek tersebut dijadwalkan sudah dimulai minggu ini. Sedang sisa anggaran Rp3 tn masih membutuhkan persetujuan DPR. Alokasi dana stimulus:
1. Dep Perhubungan Rp2.142 tn
2. Dep PU Rp6.6 tn
3. Dep ESDM Rp500 miliar
4. Kem. Perumahan Rakyat Rp400 miliar
5. Dep Kelautan dan Perikanan Rp100 miliar
6. Kem. Koperasi dan UKM Rp100 miliar
7. Dep Perdagangan Rp335 miliar
8. Dep Tenaga Kerja Rp300 miliar
9. Dep Kesehatan Rp150 miliar
10. Dep Pertanian Rp650 miliar
(kompas/li)
Economic: Peminat Sukuk Global Capai USD4 bn
Obligasi syariah, sukuk global berhasil menarik minat pemodal internasional hingga USD4 bn dari lelang senilai USD600 juta atau sekitar Rp7.2 tn sebab underlying assets hanya Rp7.2 tn dimana 58% berada di luar Jakarta. Demand investor terhadap yield juga berubah dari 9.25% turun menjadi 8.8-9%. Lelang sendiri belum berakhir. Sukuk yang diterbitkan berjensi ijarah (sewa-menyewa aset). (kompas/li)
Economic: Penyerapan Anggaran 1Q09 11,3%
Plt Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sri Mulyani mengatakan penyerapan anggaran 1Q09 mencapai 11,3% angka ini leih tinggi dibanding penyerapan anggaran pada periode yang sama dalam dua tahun terakhir yaitu 1Q08 sebesar 9,9% dan 1Q07 sebesar 9,3%.
Para menteri telah berkomitmen akan mempercepat penyerapakn anggaran 2Q09 dan 3Q09 menyusul dampak krisis global yang mulai terasa. (investor/nz)
Banking: NPL dari KPR Mulai Meningkat Jadi 3%
Rasio kredit bermasalah (NPL/non-performing loan) KPR per Februari mencapai 3% meningkat dibanding Desember 2008 sebesar 2.5%. NPL umumnya terjadi pada KPR untuk perumahan seharga Rp400 - 600 juta dengan cicilan Rp4 - 6 juta perbulan. Masih tingginya suku bunga KPR saat ini 14% menjadi penyebab naiknya NPL ditengah meningkatnya PHK dan lesunya ekonomi. (kompas/li)
Corporate news
BMRI: Pemerintah Tolak Divestasi 7% saham
Pemerintah menolak rencana BMRI untuk menjual 7% sahamnya melalui secondary offering tahun ini. Pasalnya, divestasi tersebut harus mendapat persetujuan DPR serta akan semakin kecilnya kepemilikan saham pemerintah di BMRI. (bisnis/fz)
BLTA: Jajaki Rights Issue Rp500M
2009, BLTA menjajaki rigths issue maksimal senilai Rp500 miliar untuk mendanai pembelian 14 kapal. Selain rights issue, perseroan juga akan mencari pinjaman bank dan emisi obligasi serta sukuk untuk membeli kapal tersebut.
Sementara itu, perseroan mensinyalir kupon obligasi 13,5-16,5% sedangkan untuk sukuk ijarah imbal hasil 14,5-16,5%. (bisnis/fz)
ADRO: 17% Saham Akan Dijual
Sejumlah institusi global salah satunya Goldman Sachs akan menjual 17% saham ADRO ke pemodal strategis dengan target senilai U$500 juta.
Sementara itu, perseroan mengaku belum mengetahui rencana tersebut karena bukan kewenangan perseroan dan saat ini perseroan tidak melakukan due diligence terkait penjualan saham tersebut. (investor/fz)
AALI: Volume Produksi CPO 1Q09 Tergerus 9,1% yoy
Produksi CPO AALI pada 1Q09 turun 9,1% yoy dari 248.511 ton jadi 225.984 ton seiring dengan produksi Tandan Buah Segar (TBS) -9,7% yoy dari 982.216 ton menjadi 887.278 ton, yang diproduksi dari lahan inti (74,9%) 664.420 ton dan 25,1% atau 222.858 ton dari lahan plasma. Produksi TBS berasal dari Sumatra dan Kalimantan (29,9%) serta Sulawesi (21,6%).
Produksi minyak nabati utama dunia (Minyak Sawit, Minyak Kedelai, Rapeseed dan Bunga Matahari) pada 1Q09 mencapai 26,87 juta ton, meningkat sebesar 3,5% yoy dari 25,95 juta ton. Sedangkan konsumsi minyak nabati utama dunia mencapai 27,78 juta ton atau naik 3,9% yoy dari 26,72 juta ton. (investor/fz)
BDMN: Temasek Injeksi Rp1.47 tn, CAR 20.8%
Temasek Holdings diperkirakan menyetorkan dana sebesar Rp1.47 tn lebih sebagai tambahan modal BDMN melalui proses right issue yang telah selesai Kamis, 15 April 2009. Temasek Holdings melalui Asia Financial (Indonesia) tetap menguasai 67.87% BDMN sedangkan dua pembeli siaga Citigroup dan Morgan Stanley tidak jadi melaksanakan kewajibannya. Dengan right issue, CAR BDMN meningkat menjadi 20.8%. (investor/li)
ELSA: Segera Rampungkan Proyek U$48 Jt
ELSA segera merampungkan proyek seisemic data 3D dan 2D di Sumatera dan Indonesia Timur senilai U$48 juta pada akhir 1H09. Proyek tersebut baru mencapai 50%. Selain itu, perseroan tengah menyiapkan pengerjaan proyek pengeboran di Sumatera dan Jawa senilai U$19 juta. (investor/fz)
HEXA: Usulkan Bagi Dividen 35% - 40%
HEXA mengusulkan pembagian dividen 2008 sebanyak 35%-40% atau Rp88,2-Rp100,8 miliar. Selanjutnya, perseroan mensinyalir pendapatan pada 1Q09 terpangkas 45% jadi Rp600 miliar dengan laba bersih Rp5 miliar, dipicu turunnya penjualan terimbas krisis global. (investor/fz)
LTLS: Bidik Pendapatan FY09 Tumbuh 5-10% yoy
LTLS menargetkan pendapatan FY09 naik 5-10% yoy jadi Rp4,9 triliun. Selain itu, perseroan memprediksi penjualan produk kimia pada 1Q09 akan turun 15%, namun akan diuntungkan oleh penguatan dolar terhadap rupiah. (investor/fz)
MYOR: Pendapatan 1Q09 Rp1,12 T (+32% yoy)
Pendapatan 1Q09 MYOR naik 32% yoy dari Rp849,31 miliar jadi Rp1,12 triliun, dikontribusi dari produk kopi baru. Sedangkan laba bersih 1Q09 disinyalir naik 40% yoy. (investor/fz)
PTBA: Juli09, Relokasi Pabrik
Juli09, PTBA akan merelokasi pabrik briket batubara dari Tanjung Enim, Sumsel ke Muara Enim, terkait ditemukanya cadangan batubara di bawah pabrik lama. Perseroan menyiapkan Rp45 miliar dari kas internal untuk relokasi tersebut. (investor/fz)
AKRA: Minta Perpanjangan Utang hingga 2010
AKRA akan meminta perpanjangan masa pembayaran utang yang jatuh tempo tahun ini hingga tahun depan. Saat ini, total nilai utang perseroan yang jatuh tempo 2009 sebesar Rp1,187 triliun meliputi utang jangka pendek Rp987 miliar dan jangka panjang Rp266 miliar. (kontan/fz)
eTrading News, April 2009
No comments:
Post a Comment