Market Flash

Þ EPFR Global show solid inflow to Equity Market and High Yeild Bonds

Company Focus

Þ Analyst Meeting WIKA.

News Highlight

Economic News

Þ Economic: Efek Stimulus Infrastruktur Paling Cepat Juni

Þ Economic: 2014,BI Prediksi Ekonomi Pulih

Þ Property: 1Q09, Properti Komersial Anjlok

Corporate News

Þ TLKM : Telkom Gandeng Bahana Terbitkan Private Equity Fund

Þ BMRI: Jajaki Divestasi 7% saham

Þ ELSA: Tridaya Incar Jual 37% saham, Rp1 T

Þ UNTR: Capex FY09 Pama Baru Capai 70%

Þ ISAT: Tambah Kapasitas, Siapkan US$ 360 Jt

Þ DGIK: Incar Proyek Rp16tn

Þ SMGR:Penjualan Turun 5,6%

Þ ASII: FIF Naikkan Obligasi jadi Rp1tn

Þ APOL: Hentikan Kontrak Derivatif 2009

Þ BBRI: Kaji Tambahan Modal

Þ BNGA: Biayai 2 Kapal U$10 Jt

Rumours

Þ TRIL akan memperoleh kontrak baru untuk memasok peralatan tambang ke Newmont. Selain itu, perseroan dikabarkan akan membeli sebagian saham divestasi Newmont untuk memperluas akses pasokan peralatan tambang. (investor/fz)

Þ Saham ASRI menuju Rp80 per saham. Pasalnya, investor Timur Tengah dikabarkan membiayai proyek perumahan ASRI dan perseroan telah melunasi utang-utangnya.(investor/fz)

Technical Picks

Þ BUMI (Rp 1.110) – SELL

Þ UNTR (Rp 7.600 ) – SELL

Þ UNVR (Rp 7.750) – BUY

Þ TLKM (Rp 7.450) – Sell on Strength

Download Full Report Technical Shot



Market Flash

Kemarin transaksi kembali mencarat record baru tahun ini dan menembus level Rp5tn, komoditas dan small cap dengan nominal Rp50 dan Rp100-Rp200 menjadi indola. Padit lokal gencar mengejar saham yang murah (secara nominal). Kemarin IHSG +1,5% menjadi 1,593.6 dengan turnover sebesar Rp5tn. Rupiah melemah 4% menjadi Rp11.105.

Hari ini EPFR mengeluarkan data Fund Flows yang menyucur deras di EM (emerging market) dan US equity dengan net inflow sebesar $3,5miliar dan High Yeild Bonds net-contributions $1,3miliar. Selama bulan April EPFR mendata dana yang masuk ke saham dan High Bond Yeild meningkat pesat di 2Q09 dengan meningkatnya harga copper, wheat dan soy menarik investor untuk memasukan investasi ke sektor komoditas dan saham Latin Amerika. “Semua likuiditas yang di kucurkan oleh bank central di seluruh dunia menghapus sebagian rintangan” tutur Brad Durham.

Selepas meeting G-20 investor cenderung memburu saham untuk mengharapkan return yang tinggi, ini terlihat dari membaiknya dana-dana dari beberapa institusi masuk ke negara berkembang dan mencatat inflow yang lumayan.

Semua EM Equity Funds mencatat $2,2miliar inflow dalam seminggu (0,9% dari total assets) dan mencatat akumulasi dana inflow sebesar $5,4miliar. Sementara Money Market Funds mencatat 4 minggu berturut-turut outflow, dana keluar sebesar $7,2miliar sejak 3-8 April.

http://www.epfr.com/NewsRelease/nrchart1_040909.gif

Regional Pagi ini: Nikkei +2,51%, STI +1,98%, Kospi +2,28% dan SP/ASX 200 +1,26%

Commodity: Coal (+3.9%) $63.18, Light Crude Oil (+1.6%) $50.05/barrel, Natural Gas (-0.2%) $3.68/mmbtu, Gold (-0.4%) $890.40/oz dan CPO - 1,1% menjadi 2.459 RMY.

Dow Jones: Bursa US Naik, dipandu saham Keuangan, Konsumen dan Industri.Saham consumer dan industri meningkat serta America Express Co. yang mencatat laba membuat bursa US kembali naik. American Express, perusahaan kartu kredit terbesar di US naik 12%. Procter & Gamble Co. naik 3.2% dan Dr Pepper Snapple Group Inc. 2.2% setelah Goldman Sachs Group Inc. menyarnkan untuk membeli sahamnya. CSX Corp. naik 7.8% dan memimpin dalam sektor industri. Indeks Standard & Poor's 500 +1.3% ke level 852.06, Dow Jones +1.4% menjadi 8,029.62 dan Nasdaq naik 0.1%. menjadi 1,626.80. Pasar saham terus memperbesar keuntungannya setelah The Fed mengatakan tanda - tanda perekonomian membaik telah terlihat.

Research Team

Indonesia Cement

1Q09 Cement Dropped by 5.8% yoy in 1Q09

Konsumsi cement turun 5,8% YoY di 1Q09, java masih menjadi consumsi terbersar namun dengan tren penurunan.

Meskipun BI rate sudah terendah sejak 2005 namun bunga kredit KPR masih tinggi dan menekan penjualan apartement terutama di daerah jakarta.

Investigasi potensi kartel dari KPPU menggancam harga cement indonesia, namun menurut mangement INTP harga semen sulit untuk di turunkan karena tahun ini perusahaan cement akan mengalami peningkatan biaya produksi karena re-pricing kontrak batu-bara yang baru.

Harga saham yang meningkat tidak di konfirmasi dengan recovery di sektor semen. sektor semen termasuk difensif di Indonesia dan konsumsi di per capita masih paling rendah di asia. Konsumsi 3M09 masih in-line dengan konsumsi di tahun 2007 maka belum ada tanda-tanda krisis kecuali harga sahamnya.

DOWNLOAD FULL REPORT

Suryadi@etrading.co.id

Economic News

Economic: Efek Stimulus Infrastruktur Paling Cepat Juni

Pemerintah memastikan efektivitas stimulus infrastruktur akan dirasakan bulan Juni atau mundur dari prediksi sebelumnya bulan Mei, seiring pencairan anggaran yang akan dilakukan pekan depan. (bisnis/nz)

Economic: 2014,BI Prediksi Ekonomi Pulih

BI memprediksi perekonomian RI akan benar-benar pulih dari dampak krisis global pada 2014, dimana GDP pada 2014 akan kembali mencapai level sebelum krisis yakni 6-7% dan inflasi cenderung berkurang mencapai 4,0-5,0%. (investor/fz)

Property: 1Q09, Properti Komersial Anjlok

Sektor properti komersial di Jakarta pada 1Q09 anjlok dan diprediksi akan terus berlanjut hingga akhir 2009. Namun, permintaan akan meningkat 30% pada 2010.

Penurunan paling besar berasal dari penjualan kondominium dan apartemen sewa yang anjlok 50-60% masing-masing hanya menyerap 700 unit dan 121 unit. Selain itu, penyerapan sewa mal hanya 28.574 unit. (kompas/fz)

Corporate news

TLKM : Telkom Gandeng Bahana Terbitkan Private Equity Fund

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menggandeng PT Bahana TCW Investment Management dalam menerbitkan produk reksa dana penyertaan terbatas (private equity fund) untuk proyek pembangunan menara pemancar. Seperti dikemukakan oleh Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah.

Tahun ini perseroan berencana untuk membangun sekitar 1.300 menara pemancar, Sebelum digunakan untuk pembangunan menara pemancar, dana dari hasil pendanaan tersebut akan masuk ke dalam belanja modal alias capital expenditure (capex) perusahaan plat merah itu di tahun 2009 sebesar US$ 2 miliar atau setara dengan Rp 20-24 triliun. Capex tersebut terbagi untuk PT Telkomsel sebesar US$ 1,4 miliar, sedangkan Telkom hanya mengalokasikan US$ 600 juta. (Detik/dki)

BMRI: Jajaki Divestasi 7% saham

BMRI menjajaki divestasi 7% saham sehingga saham yang dipegang publik menjadi 40% dari saat ini 33%. Hal ini dilakukan agar perseroan memperoleh insentif pajak, sehingga bisa menyumbang laba bersih Rp400 miliar per tahun.(bisnis/fz)

ELSA: Tridaya Incar Jual 37% saham, Rp1 T

PT Tridaya Esta berencana untuk menjual 37,15% saham ELSA senilai Rp1 triliun atau $91,4 juta. Terdapat 5 penawar yang serius yakni PT Pertamina selaku pemegang 41,1% saham ELSA, Northstar Pacific, Nippon Oil Corp, dan Ciptadana Private Equity. Sementara itu Pertamina mengakui tengah mengkaji untuk mengakuisisi ELSA dan akan menggunakan kas internal dan eksternal. Hingga saat ini, ELSA belum mau memberikan informasi terkait kabar tersebut. (DowJones,bisnis/fz)

UNTR: Capex FY09 Pama Baru Capai 70%

Anak usaha UNTR, Pama Persada hingga bulan ini baru menyerap 70% dari total capex FY09 U$390 juta atau U$273 juta. Selanjutnya, Pama memprediksi laba bersih FY09 sama dengan FY08 yakni Rp1,4 triliun walaupun pendapatannya diprediksi naik 20% yoy dari Rp15 triliun jadi Rp18 triliun. (bloomberg,bisnis/fz)

ISAT: Tambah Kapasitas, Siapkan US$ 360 Jt

ISAT akan menambah kapasitas bandwith serta memperluas jaringannya pada 2009. Oleh karena itu perseroan mengalokasikan dana sebesar U$360 juta atau 60% dari total capex FY09 U$600 juta yang akan diadanai dari kas internal . (bisnis/fz)

DGIK: Incar Proyek Rp16tn

DGIK mengincar sejumlah proyek infrastruktur jangka panjang milik pemerintah sebesar Rp16 triliun meliputi pembangunan jalan, aspal, bangunan irigasi, pelabuhan, dan bandara. Selanjutnya, perseroan menargetkan perolehan kontrak baru dari pemerintah dan swasta sebesar Rp1,7 triliun dengan target kontrak FY09 sebesar Rp3,5 triliun. (investor/fz)

SMGR:Penjualan Turun 5,6%

Penjualan SMGR di 1Q09 hanya menjual 1,8 juta ton semen, turun 0,8% yoy dari 1,82 juta ton. enjualan semen bulan Maret 2009 hanya 590.150 ton, turun 5,6% yoy dari 624.940 ton. Namun, Sekretaris Perusahaan SMGR, Sunardi Prionomurti tetap optimis dengan penjualan SMGR FY09 bisa naik 3% menjadi 17,2 juta ton. (kontan/nz)

ASII: FIF Naikkan Obligasi jadi Rp1tn

Anak usaha ASII, PT Federal International Finance (FIF) menaikkan obligasinya dari Rp600 miliar jadi Rp1 triliun, karena mengalami oversubcribed yang mencapai Rp1,2 triliun. (investor/fz)

APOL: Hentikan Kontrak Derivatif 2009

APOL menelan kerugian Rp 361,58 miliar pada 2008 yang naik 20.561% yoy. Maka APOL akan berhenti membeli paket derivatif atau knock out dan tidak akan memperpanjang semua kontrak yang bakal berakhir Agustus mendatang. (kontan/nz)

BBRI: Kaji Tambahan Modal

BBRI mengkaji opsi penambahan modal seperti laba ditahan, hybrid capital, penerbitan subdebt, dan penyaluran kredit berbobot risiko rendah. Hal ini untuk meningkatkan CAR FY09 jadi 15% dari saat ini 13,3%. (investor/fz)

BNGA: Biayai 2 Kapal U$10 Jt

BNGA mendanai pembelian dua unit kapal senilai U$10 juta kepada PT Wintermar, guna meningkatkan penyaluran kredit ke sektor pelayaran. (investor/fz)