Wednesday, May 13, 2009

MARKET TODAY

Market Flash

Þ Saham US dan Eropa melemah akibat penurunan Ritel

Company Focus

Þ BBRI: 1Q09 Results In-line, Re-Rating

News Highlight

Economic News

Þ Commodity: OPEC Pangkas Permintaan Minyak 2009 terkait Pelemahan Ekonomi

Corporate News

Þ TRUB: Proyek Bareng TRUB dan DEWA

Þ SSIA: Lepas 27,5% saham SAM

Þ SMGR: Peter Sondakh Jual 1,41 Jt saham

Þ INDF: Alokasikan Capex FY09 Rp3 T, Cari Utang Rp5 T

Þ ADRO: San Miguel Inginkan Mayoritas Saham

Þ INTP: 4 Investor Berminat Beli 15% saham

Þ AALI: Bagi Dividen Rp505/saham, Raih Utang U$150 Jt

Rumours

Þ Sejumlah perusahaan tambang dan agribisnis asing dikabarkan memesan alat-alat berat INTA, setelah sebelumnya perseroan memperoleh kontrak dari KPC. Selain itu pendapatan 1Q09 yang double dan laba bersih +150% yoy akan memicu penguatan harga sahamnya. (investor/fz)

Þ Harga saham PYFA berpotensi ke Rp136/saham. Pasalnya, investor asing dikabarkan menyuntik dana ke perseroan serta laba bersih 1Q09 yang melonjak +348% yoy. (investor/fz)

Corporate Action

Þ Ex- dividen Mandom Indonesia Tbk (TCID ) sebesar Rp300/saham

Þ Cum dividen PT Trada Maritime Tbk (TRAM) sebesar Rp2/saham

Technical Picks

Þ ANTM (Rp 1.990) – SELL

Þ BBCA (Rp 3.225) – BUY

Þ CTRA (Rp 570) – SELL

Þ INDF (Rp 1.600) – SELL

KLIK TO DOWNLOAD FULL REPORT



Market Flash

Saham small cap yang terkena sentimen krisis global bergerak aktif kemarin, DEWA +34% dan TRUB +35% sedangkan IHSG +0,5%. Pasar Indonesia masih di selimuti investor retail yang cenderung melakukan trading pada saham-saham yang bernominal kecil sementara investor institusi dan asing memilih untuk menonton.

Hari ini market lebih banyak berita buruk, penjualan retail U.S. turun di bawah perkiraan dan GDP Jepang terendah dalam sejarah -16%. Prediksi kita market akan bergerak negatif pada sesi pembukaan pagi ini. Market sudah pulih dari sentimen, selanjutnya pertumbuhan akan menjadi penggerak market. Rekomendasi saya agar investor untuk merubah style trading menjadi fundamentalist and melihat pertumbuhan perusahaan.

Dow Jones: Penurunan pada penjualan ritel di US berdampak pada penurunan saham US dan Eropa. Bank of England mengatakan perekonomian Inggris mengalami masa pemulihan yang lambat dan perusahaan - perusahaan dari ING Group mencatat kerugian. Walt Disney Co., Fortune Brand Inc., dan Best Buy Co. mengalami penurunan setelah pemerintah mengatakan pembelian di US mengalami penurunan sebesar 0.4%. ING, perusahaan jasa keuangan terbesar Belanda -10%, bank-bank US rata-rata mengalami penurunan sebesar 6.5%, Applied Materials -4.3%. Indeks S&P 500 -2.7% menjadi 883.92, Dow Jones -2.2% menjadi 8,284.89 dan Nasdaq -3.01% menjadi 1,664.19. Saham Disney -3% menjadi $23.6, Fortune Brand (-5%) $35.2, Macy's Inc. (-6.7%) $11.52. Penurunan juga terjadi pada saham perbankan seperti Fifth Third Bancorp, Marshall & Ilsley Corp., Huntington Bancshares Inc, CitiGroup Inc. dan Bank of America.

Regional Pagi ini: NIKKEI 225 (-2,49%) 9.107,63. KOSPI INDEX (-1,47%) 1.393,74. S&P/ASX 200 INDEX (-2,66%) 3.753,60. STRAITS TIMES INDEX (-1,90%) 2.143,68.

Commodity: Gold (-0.09%) $925.1/oz, Light Crude Oil (-0.2%) $57.9/barrel, Natural Gas (-2.6%) $4.22/mmbtu, CPO (+2.3%) 2.860 RMY, Nickel (-2.51%) $12.450/ton, Tin (-0.7%) $ 13.890/ton.

Suryadi@etrading.co.id, Research Team

BBRI: 1Q09 Results In-line, Re-Rating

Net Income Growth 22% on Higher Volume

Bank Rakyat Indonesia mencatat laba bersih 1Q09 inline dengan estimasi kami di Rp1.72 tn, atau 25% dari full year target. Kenaikan laba bersih ditopang oleh melonjaknya volume kredit meskipun pricing kredit lebih rendah. Pertumbuhan kredit 3% QoQ dan 41% YoY atau 81.4% dari kapasitas kredit. BBRI diuntungkan dari penurunan BI rate, disebabkan 75% government bond berjenis FR pada tingkat kupon 13-14%. Di 1Q09, keuntungan dari valuasi obligasi marked-to-market sebesar Rp50 bn (+1222.8% YoY).

A Straight Flush Decline on NIM, NPL Starts to Rise

NIM kembali tertekan ke 9.46% di 1Q09, a straight flush sejak FY04 disebabkan ketatnya kompetisi pricing di kredit korporasi dan MSME terutama setelah BDMN juga mulai fokus ke SME dan mass market. Cost of fund naik ke 5.68%, tertinggi sejak FY06, deposito naik 14% QoQ namun giro dan tabungan mengalami penurunan -12% dan -5% masing-masing. NPL naik ke 3.24% di 1Q09 vs 2.8% di 4Q08, namun masih pada level yang terjaga.

“A Likely” 35% Div. Payout, CAR at Stable

Di 1Q09 BBRI CAR naik ke 14.9% vs 4Q08 sebesar 13.18% peningkatan rasio lebih disebabkan melambatnya pertumbuhan kredit secara siklikal di 1Q09. Namun kami melihat begitu pertumbuhan kredit kembali pulih di 2Q09, kami yakin CAR akan turun. 35% dividend payout atas laba bersih FY08 nampaknya sangat mungkin. Dengan 35% div. payout, kami estimasi CAR akan tetap stabil di 13.2% vs 12.7% jika BBRI mempertahankan 50% div. payout.

Valuation: We change our recommendation from HOLD to BUY, TP:Rp6.700


Kami melakukan upgrade TP di Rp6,700 berdasarkan Gordon Growth methodology menggunakan 11.5% risk free rate dan 16% long term growth mengimplikasi 8.8x F09 P/E dan 2.2x F09 P/BV sehingga kami me-re-rating rekomendasi dari HOLD ke BUY.

KLIK TO DOWNLOAD FULL REPORT

agpahlevi@etrading.co.id

Economic news

Commodity: OPEC Pangkas Permintaan Minyak 2009 terkait Pelemahan Ekonomi

OPEC memangkas prediksi permintaan minyak 2009 untuk sembilan bulan ke depan yang akan merosot seiring melemahnya konsumsi di US sebagai konsumen enregi terbesar dunia.

OPEC menurunkan estimasinya untuk permintaan minyak global sebesar 150.000 barrel menjadi 84.03 juta barrel/hari. Permintaan akan mengalami penurunan 1.57 juta barrel (-1.8%) tahun ini. Harga minyak naik 34% pada tahun ini , pada perdagangan kemarin minyak di atas $60 untuk pertama kalinya sejak enam bulan lalu karena keoptimisan pemulihan ekonomi dan pemangkasan produksi yang mencapai rekornya. (bloomberg/fz)

Corporate news

TRUB: Proyek Bareng TRUB dan DEWA

TRUB akan menggarap proyek tambang batubara di Muara Enim, Sumsel yang memiliki cadangan 140 juta ton. Saat ini, perseroan tengah menyeleksi calon yang salah satunya DEWA. Dalam waktu dekat perseroan akan mengumumkan kontraktor proyek tersebut dan proyek bisadimulai pada 2H09.(kontan/fz)

SSIA: Lepas 27,5% saham SAM

SSIA melepas 27,5% saham PT Sitiagung Makmur (SAM) ke Wisejade International Ltd. melalui konversi utang jadi saham (debt to eqity swap) senilai U$6,11 juta. Jadi, sisa kepemilikan saham perseroan di SAM jadi 72,5%. (investor/fz)

AALI: Bagi Dividen Rp505/saham, Raih Utang U$150 Jt

RUPS menyetujui AALI membagikan dividen tunai 2008 sebesar Rp505/saham yang akan dibayar pada 23 Jun09. Selanjutnya, perseroan memperoleh pinjaman sejumlah bank asing sebesar U$150 juta atau Rp1,5 triliun pada Juli09.

Perolehan dana untuk membangun dua pabrik pengolahan CPO yang masing-masing berkapasitas 30 ton TBS/hari dan 45 ton TBS/hari dan modal kerja. (investor/fz)

Sumber DowJones mencatat produksi perseroan pada 2009 akan "flat" jadi sekitar 970.600 metrik ton karena perkebunan telah mencapai kapasitas maksimumnya.

INDF: Alokasikan Capex FY09 Rp3 T, Cari Utang Rp5 T

Capex INDF pada 2009 sebesar Rp3 triliun guna memperkuat bisnis CPO dan membangun pabrik gula. Pendanaan berasal dari kas internal. (investor/fz)

Sumber Bisnis mencatat, perseroan tengah menjajaki pinjaman jangka panjang sebesar Rp5 triliun guna merestrukturisasi utang jangka pendek sebesar Rp7,63 triliun.

ADRO: San Miguel Inginkan Mayoritas Saham

San Miguel Corp. tidak tertarik pada penawaran Goldman Sachs yang dinilai minoritas sebanyak 17% saham senilai U$500 juta dan saat ini prosesnya masih mentah. San Miguel menginginkan saham mayoritas ADRO dan terus mengevaluasi pembelian saham tersebut.(investor/fz)

INTP: 4 Investor Berminat Beli 15% saham

Sebanyak empat investor berpotensi menjadi pembeli 15% atau 552,18 juta saham INTP yang dijual oleh HeidelbergCement AG dengan target Rp3 triliun atau sekitar Rp5.433/saham. Disinyalir keempat investor tersebut yakni Grup Salim, Lafarge Cement, Holcim, dan Siam Cement.(bisnis/fz) Comment: harga ini setara dengan $115/EV/Ton.

SMGR: Peter Sondakh Jual 1,41 Jt saham

Peter Sondakh menjual 1,41 juta saham ke pasar dengan harga rata-rata penjualan Rp4.513-4.562/saham

dengan total nilai jual Rp6,5 miliar. (investor/fz

No comments: