Sunday, May 10, 2009

MARKET TODAY


Market Flash

Dari hampir semua indikator financial baik fundamental maupun teknikal sudah menunjukan Index tidak lagi murah. Pasar saham saat ini telah pulih dari sentimen, terima kasih untuk rally dua bulan terakhir ini, namun saham sudah tidak terlihat murah. Saat ini IHSG di perdagangkan hampir mendekati 17x PER tahun 2009, ini sama dengan rata-rata valuasi jangka panjang index sehingga tidak ada lagi yang murah di pasar saat ini. Penilaian foward PER menurut saya cukup akurat dengan mempertimbangkan laba perusahaan tahun depan.

Saat ini berita negatif di pasar sudah mulai berkurang, stress-test telah menunjukan besaran modal yang di butuh kan dan di perkirakan masih bisa ditalangi dan hasil laporan 1Q09 membuat ketegangan investor bekurang dan membuat IHSG meroket 37% Ytd menjadi 1,863.

Harga saham yang tinggi akan mengurangi minat beli investor, saat ini saya melihat IHSG sudah memasuki teritori mahal. Valuasi PER lebih lebih mahal dari sebelum krisis. Resistance IHSG adalah 1.900, rekomendasi jual sangat kuat pada level ini.

Dow Jones: Penjualan ritel dan produksi US pada bulan april termasuk stabil dan mengindikasikan ekonomi mulai membaik. Tingkat kepercayaan konsumen membaik setelah pasar keuangan meningkat dan pertumbuhan tingkat pengangguran melambat. Penjualan mobil turun menjadi 9.3 juta unit, insentif yang diberikan untuk Chrysler mulai diberikan pada 6 Mei dan akan berakhir pada 1 Juni. Penjualan ritel naik 0.2%, Kohl's Corp. dan BJ's Wholesale Club Inc. mengatakan pendapatan mereka akan melebihi estimasi dengan ditandai para konsumen telah kembali berbelanja. Penjualan Wal-Mart Stores Inc., naik 5%. Indeks S&P 500 +2.41% menjadi 929.23, Dow Jones +1.96% menjadi 8,574.65 dan Nasdaq +1.33% menjadi 1,739. Saham Wells Fargo & co. +0.33%, CitiGroup Inc. +1.99%, Morgan Stanley +0.07% dan Bank of America +0.49%.

Regional Pagi ini: Nikkei 225 (+0,7%) 9.498,71, Topix (+1,2%) 905,92. Saham Tokyo menguat, dengan Mizuho Trust & Banking (+5,5%). Namun produsen mobil melemah, termasuk Toyota Motor Corp. (-2,8%) setelah mencatat kerugian lebih besar dari estimasi. S&P/ASX 200 (+0,1%) 3.946,10. Kospi (+0,1%) 1.413,57.

Commodity: Gold (+0.26%) $917.3/oz, Light Crude Oil (+3.4%) $58.63/barrel, Natural Gas (+5.6%) $4.31/mmbtu, CPO (-0.2%) 2.750 RMY, Nickel (+1.69) $13.250/ton, Tin (+2.4%) $ 14.430/ton, Coal (+2.3%) $63.70/ton.

Suryadi@etrading.co.id, Research Team

Economic news

Economic: Realisasi Belanja Negara Lamban, Surplus Anggaran Rp11 tn

Per akhir April 2009, pemerintah masih mencatat surplus bahkan dalam tren yang meningkat mengindikasi lambannya realisasi belanja negara yang baru 21.55% atau Rp223.511 tn sementara pendapatan pemerintah mencapai Rp234.62 tn sehigga masih terdapat surplus Rp11 tn atau meningkat Rp2.9 tn dari posisi akhir Maret lalu. Kenaikan surplus menambah kas pemerintah di BI sebesar Rp122 tn. (mediaindonesia/li)

Corporate news

INCO: Masih akan mereview projek senilai USD1,8 miliar

INCO meminta pemerintah untuk me-review kembali feasible study untuk projek smelter Nickel di Pomalla senilai USD1,8 miliar karena harga Nickel saat ini jauh dari perhitungan sebelumnya. (JakartaPost/dd)

BLTA: Beri Kupon 16,25%

BLTA memberikan kupon sebesar 14,25-16,25% untuk obligasi konvensional yang diterbitkan dalam tiga seri. Obligasi BLTA IV 2009 diterbitkan senilai Rp 1400 miliar, naik Rp 100 miliar dari rencana semula. Untuk sukuk ijarah BLTA II Tahun 2009, nilai emisinya menjadi Rp 100 miliar dari sebelumnya Rp 200 miliar. Maka nilai obligasi dan sukuk perseroan tidak berubah secara keseluruhan. (investor/nz)

SMCB: cari dana $40juta untuk akuisisi

Holcim Indonesia sedang menunggu carian dana $40 juta dari perbankan untuk mengakuisisi Holcim Malaysia Total nilai akuisisi di perkirakan sekitar $50 juta untuk 1,2 juta ton semen kapasitas dan ready mix 300 ribu meter kubik (Media/dd)

MEDC: Mencari dana $275 juta untuk capex Libya

Medco sedang menjajaki utang sebesar $275 juta untuk mengembangkan block di lybia. Total biaya pengembangan di Area 47 ini akan memakan biaya $800 juta untuk konstruksi dan $300 juta untuk development. Dari total biaya $1,1 miliar Medco hanya berkontribusi 25%. Area 47 ini di perkirakan memiliki cadangan 307 juta barrel minyak. dalam kesepakatan kerja Medco dan Verenex bergabung memiliki 13,7% cadangan di Lybia dan sisanya 86,3% oleh pemerintah Lybia setelah Block tersebut mulai produksi. Darmoyo mengatakan Area 47 ini akan berproduksi di akhir 2010 dengan besar 50,000bpd (JakartaPost/dd)

UNTR: UNTR dan AUTO Bayar Utang Rp 430 M

UNTR membayar utang kepada Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation senilai US$ 20 juta (Rp 215 miliar). UNTR telah membayar lebih awa; kredit jangka pendek dari Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ cabang Indonesia sebesar US$ 5 juta pada 17 April 2009, saldo fasilitas utang tersisa US$ 10 juta.

Sementara itu, AUTO berencana melunasi pinjamnnya kepada Mizuho Bank sebesar US$ 20 juta (Rp 215 miliar).

AUTO juga mempercepat pembayaran utang sebesar US$ 15 juta untuk fasilitas pinjaman jangka panjang kepada sindikasi Sumitomo Mitsui Banking Corporation cabang Singapura. (investor/nz)

GZCO: Akan Emisi Obligasi Rp 500 M

GZCO berencana menerbitkan obligasi maksimal Rp 500 miliar pada semester II 2009. Dana akan digunakan untuk akuisisi sembilan perkebunan kelapa sawit di Sumatera atau Kalimantan. Pendanaan akuisisi juga berasal dari IPO senilai Rp 287 miliar. (investor/nz)

TURI: Bagi Dividen 95%

TURI akan membagikan dividen tahun buku 2008 senilai Rp 168 per saham atau Rp 245,07 miliar yaitu 95,52% dari laba bersih 2008. Dividen akan dibayarkan pada 22 Juni 2009.

Sementara itu, capex disiapkan sebesar Rp 76,0 miliar di mana Rp 50,04 miliar untuk pergantian kendaraan rental dan pembukaan tiga cabang baru. (investor/nz)

BTEL : Masih Butuh Dana Eksternal $97 juta

Perseroan masih membutuhkan pembiayaan eksternal $97 juta untuk memenuhi CapEx senilai $365 juta hingga tahun depan. Belanja modal itu untuk meningkatkan kapasitas dan daya jangkau jaringan telekomunikasi ke depan. Perseroan mentargetkan 10,5 juta pelanggan pada tahun ini dan 14 juta pelanggan di tahun depan. (bisnis/abp)

INTP : Heidelberg Jajaki Jual 10-15% saham INTP

Heidelberg Cement AG dikabarkan akan melepas 10-15% kepemilikannya di Indocement melalui private placement ke pasar. Proses book building dikabarkan telah dilakukan kamis lalu dengan dibantu oleh RBS dan Mandiri Sekuritas. (bisnis/abp)

No comments: