Pasar finansial global mengalami momen terburuknya saat ini. Indeks Dow Jones mengalami
penurunan terbesarnya sebesar -777 hanya dalam waktu satu hari, dan sepanjang tahun
ini telah mengalami penurunan hingga 30%. Di awal bulan ini, IHSG mengalami ‘Black
Monday’ dengan penurunan tragis sebesar -10% dalam waktu sehari dan dua hari kemudian
mengalami penurunan lebih dramatis sebesar -10% hanya dalam kurun waktu 1,5 jam
sehingga otoritas bursa melakukan suspensi perdagangan. Fenomena seperti ini
mengindikasikan bahwa sentimen pasar semakin negatif dan investor berlomba-lomba
memindahkan uangnya ke aset yang lebih aman.
Pesimisme yang terus berkembang di pasar sekarang ini dilandasi pula oleh runtuhnya
raksasa keuangan AS, seperti Lehman Brothers, AIG, Bear Sterns, Merril Lynch, dan Wachovia.
Eropa saat ini telah mengalami krisis keuangan juga seperti:
• Di Jerman, Hypo Real Estate, perusahaan kreditur pinjaman rumah (mortgage lender)
kedua terbesar, harus diselamatkan oleh pemerintah sebesar 50 miliar euro.
• Bank Fortis di Belgia akan diakuisisi oleh BNP Paribas, sementara kreditur pinjaman
rumah Bradford and Bingley di Inggris juga dinasionalisasikan oleh pemerintahnya.
• Pemerintah Jerman, Irlandia dan Yunani saat ini juga sudah menyatakan akan
menjamin 100% deposito masyarakat yang ada di bank, untuk mencegah terjadinya
penarikan dana besar-besaran (rush).
• Beberapa bank besar di Inggris, seperti RBS dan Barclays, mulai mengalami kesulitan
pendanaan sehingga ada kemungkinan pemerintah harus mengucurkan dana
sebesar 79 miliar dolar untuk menyelamatkan mereka.
Melihat keguguran raksasa finansial dunia ini, sebenarnya semua kembali ke satu masalah
yaitu likuiditas. Likuiditas merupakan hal terpenting dari sistem perbankan dunia. Tanpa
adanya likuiditas, bank tidak akan mampu menyalurkan kredit. Tanpa kredit, bisnis pun
tidak akan mampu berjalan dan/atau melakukan ekspansi, sehingga pada akhirnya ekonomi
tidak akan mampu bertumbuh pula.
Harapan Masih Ada
Ditengah kekacauan sistem finansial dunia, penghindaran risiko (risk aversion), dan panic selling
yang melanda investor global, kami percaya harapan masih ada. Namun saat ini harapan tidak
dapat hanya dipenuhi oleh satu pihak saja, melainkan seluruh pihak di dunia. Regulator Amerika
Serikat yang tadinya dinilai kurang responsif saat ini sudah melakukan berbagai cara dan tindakan
untuk menolong sistem finansialnya seperti:
• Penyelamatan Freddie Mac, Fannie Mae, dan AIG.
• Peluncuran paket penyelamatan finansial (US financial bailout) sebesar 700 miliar dolar
untuk menampung produk subprime yang nilainya sudah hancur.
• Peningkatan jumlah dana di Term Auction Facility menjadi 900 miliar dolar untuk
membantu menyediakan likuiditas di pasar. Term Auction Facility adalah suatu lelang
yang memungkinkan institusi keuangan dapat meminjam dana dari Fed dengan tingkat
suku bunga sesuai dengan hasil lelang (dengan batas minimum yang ditentukan Fed).
• Fed berencana menyiapkan dana khusus untuk membeli US commercial paper untuk
membantu pendanaan jangka pendek yang dibutuhkan oleh perusahaan.
• Tadi malam, Fed telah menurunkan suku bunganya sebanyak 50bps menjadi 1,5%.
Penurunan ini dilakukan sebelum jadwal yang ditentukan yaitu 29 Oktober 2008.
Regulator moneter negara lain juga tidak ketinggalan dalam menghadapi krisis finansial global
ini. Beberapa tindakan yang telah diambil adalah:
• Bank sentral Australia pada hari Selasa kemarin telah menurunkan suku bunganya
sebanyak 1%.
• Pemerintah Inggris telah menyiapkan 50 miliar poundsterling untuk rencana nasionalisasi
perbankan, sedangkan bank sentral Inggris juga menyediakan dana 250 miliar
poundsterling untuk menjaga likuiditas.
• Bersamaan dengan Fed, bank sentral Inggris, Uni Eropa, Kanada, dan Swiss tadi malam
juga menurunkan suku bunganya sebesar 50bps, sehingga suku bunga di Inggris dan
Uni Eropa menjadi 4,5% dan 3,75%.
• Pagi ini, regulator moneter Korea Selatan, Taiwan, dan Hongkong juga telah memotong
suku bunganya. Bank sentral Korea Selatan menurunkan suku bunga repo untuk pinjaman
7 harinya sebesar 25bps menjadi 5%. Penurunan ini merupakan penurunan pertama
dalam 4 tahun terakhir. Bank sentral Taiwan telah memotong discount rate untuk pinjaman
10 harinya sebesar 25bps menjadi 3,25%. Tindakan lebih ekstrim dilakukan oleh bank
sentral Hongkong yang memotong suku bunganya sebesar 1% menjadi 2% untuk
meningkatkan likuiditas pasar. Pemotongan ini merupakan pemotongan suku bunga
terbesar sepanjang sejarah.
No comments:
Post a Comment