BUMI Tergerus Minyak
Emiten batubara, PT Bumi Resources
(BUMI) pada perdagangan kemarin (2/9)
bergerak negatif. Saham BUMI anjlok Rp
250 atau turun 4,72% dan ditutup pada level
Rp 5050. Turunnya saham BUMI ini dilatar
belakangi oleh anjloknya harga minyak
kemarin membuat investor melakukan aksi
jual atas saham BUMI. Dalam jangka pendek
saham BUMI berpotensi melemah. Pasalnya
indikator moving average jangka pendek
saham BUMI masih berada di bawah moving
average jangka panjangnya sehingga masih
berpotensi melemah dalam jangka pendek.
Selain itu kembali turunnya harga minyak
semalam di level US$ 109 per barel akan
menjadi sentimen negatif bagi saham BUMI.
Rekomendasi : Sell
Support Rp 4700
Resistance Rp 6300
BBRI Bergerak Cantik , Imbas Turun
Harga Minyak
Saham emiten perbankan , PT Bank BRI
(BBRI) kemarin (2/9) bergerak cantik.
Saham BBRI kemarin berhasil naik Rp 300
atau naik 5,04% dan ditutup pada level Rp
6250. Naiknya saham BBRI ini disebabkan
oleh turunnya harga minyak kemarin menjadi
sentimen positif bagi saham BBRI yang
bergerak sensitif terhadap harga minyak.
Pada perdagangan hari ini (3/9) saham BBRI
diperkirakan masih akan menguat. Pasalnya
harga minyak semalam kembali melemah
dan ditutup di bawah level US$ 110 per barel
tepatnya di level US$ 109,71 per barel. Hal
ini tentunya akan menjadi sentimen positif
bagi saham BBRI hari ini.
Rekomendasi :Buy
Support Rp 5300
Resistance Rp 6950
BBNI Akan Coba Menguat, Dampak
Pelemahan Minyak
Saham emiten perbankan , PT bank BNI
(BBNI) dalam jangka pendek berpotensi
untuk naik. Hal ini sebagai dampak dari
anjloknya harga minyak semalam di level
US$ 109 per barel. Hal ini tentunya akan
meredakan kekhawatiran akan inflasi
kedepan sehingga investor diperkirakan akan
memburu kembali saham BBNI.
Selain itu secara teknikal hal tersebut
dikuatkan dengan indikator moving average
jangka pendek saham BBNI yang basru saja
menembus keatas moving average jangka
panjangnya. Indikator MACD juga baru saja
membentuk pola golden cross menembus ke
wilayah beli sehingga saham BBNI
berpotensi bullish dalam jangka pendek.
BBNI sendiri cukup optimis pada tahun ini.
BBNI pada tahun ini menargetkan laba
bersih sebesar Rp 1,7 Trilyun atau naik lebih
dari dua kali lipat bila dibandingkan tahun
sebelumnya yang hanya sebesar Rp 898
Milyar. Hal ini karena coverage ratio
perseroan yang hingga juli lalu telah
mencapai 102 % sehingga tidak perlu
melakukan pencadangan secara massif
hingga akhir tahun ini.
Rekomendasi: Buy
Support Rp 1220
Resistance Rp 1490
No comments:
Post a Comment