HIGHLIGHTS
Bank BRI Masih Kokoh, Naik 5,36% :
Berpotensi Melemah
Emiten perbankan, PT Bank BRI (BBRI)
pada perdagangan kemarin (22/09) masih
kokoh dengan naik 5,36% atau naik Rp 300
dan ditutup pada level Rp 5900. Hal ini
berarti saham BBRI telah naik sejak 2 hari
berturut – turut mengikuti pergerakan IHSG
yang positif. Namun dalam perdagangan hari
ini (23/09) saham BBRI diperkirakan akan
melemah. Hal ini karena anjloknya bursa AS
semalam dan juga kembali naiknya harga
komoditas akan menjadi alasan adanya profit
taking atas saham BBRI pada hari ini.
Support saham BBRI pada level Rp 4600 dan
Resistance di level Rp 6300.
Rekomendasi : Sell
Support Rp 4600
Resistance Rp 6300
London Sumatera Akan Coba Ikuti
Naiknya Harga Minyak
Saham Emiten perkebunan, PT London
Sumatera Plantation (LSIP) pada
perdagangan hari ini (23/09) diperkirakan
akan mencoba naik. Hal ini karena adanya
sentimen positif dari kembali naiknya harga
minyak di level US$ 109 per barel menyusul
masih besarnya ancaman resesi global.
Secara teknikal saham LSIP berpeluang naik
dalam jangka pendek menyusul indikator
MACD (Moving Average Convergence
Divergence) saham LSIP yang telah
membentuk pola golden cross. Support
saham LSIP pada level harga Rp 2900 dan
Resistance yang kuat di level Rp 5800.
Rekomendasi : Buy
Support Rp 2900
Resistance Rp 5800
Harga Emas Tembus Level 900, Saham
ANTM Menarik
Saham emiten nikel dan emas, PT Aneka
Tambang (ANTM) pada perdagangan hari ini
(23/09) akan mencoba untuk menguat. Hal
ini karena semalam harga emas naik pesat
5,01% dan berada diatas level US$ 900 per
ounce tepatnyai di level US$ 904. Naiknya
harga emas ini tentunya akan menjadi
sentimen positif bagi saham ANTM, apalagi
selama beberapa bulan terakhir saham
ANTM sangat tertekan.
Secara teknikal saham ANTM telah
membentuk pola bullish dalam jangka
pendek. Hal ini ditandai dengan indikator
MACD saham ANTM yang saat ini
menunjukkan masih berada pada area bullish.
Support saham ANTM pada level harga Rp
1210 dan Resistance pada level harga Rp
1930 dalam jangka pendek.
Namun dalam jangka panjang investor
sebaiknya wait and see terlebih dahulu. Hal
ini karena kedepan harga komoditas dapat
melemah kembali menyusul adanya ancaman
krisis global yang tentunya akan menekan
permintaan akan emas dan nikel sehingga
akan berdampak pada harga emas dan nikel
yang melemah. Hal ini tentunya berpotensi
kurang baik bagi kinerja perseroan kedepan.
Rekomendasi: Short Term Buy
Support Rp 1210
Resistance Rp 1930
Monday, September 22, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment